Berdiri Bersama Korban

Mazmur 140

Belum ada komentar 33 Views

Aku tahu, bahwa TUHAN akan memberi keadilan kepada orang tertindas, dan membela perkara orang miskin. (Mzm. 140:13)

Preferential option for the poor. Artinya, pilihan untuk mendahulukan kaum miskin. Ini adalah teologi sosial ekumenis gereja. Kaum miskin di sini bukan hanya mereka yang miskin secara ekonomi, tetapi setiap orang yang menjadi korban diskriminasi dan yang termarginalkan. Gereja harus berdiri bersama mereka.

Pilihan untuk berdiri bersama kaum marginal adalah sebuah pilihan etis yang didasari oleh iman. Sang pemazmur dalam doanya meminta perlindungan dari orang-orang jahat, dalam hal ini penguasa atau orang-orang yang memiliki kekuatan. Pemazmur menegaskan, dia tahu bahwa Tuhan akan memberi keadilan kepada orang tertindas dan miskin; Allah akan membela perkara mereka. Bukan berarti Allah anti terhadap kekuasaan atau orang-orang kuat, namun Ia anti dengan penggunaan kekuasaan untuk kejahatan. Allah akan membela mereka yang ditindas, sebab mereka lemah. Yesus Kristus pun demikian. Pelayanan-Nya lebih banyak dilakukan terhadap orang-orang kecil, sebab merekalah yang paling membutuhkan pendampingan dan pertolongan.

Gereja yang mengaku diri sebagai umat beriman dan pengikut Yesus Kristus meneruskan dan menghidupi panggilan etis-imaniah itu. Preferential option for the poor. Ini bukan hanya panggilan gereja sebagai lembaga, tetapi panggilan pribadi setiap orang percaya. Setiap orang Kristen dipanggil untuk ada bersama dan untuk orang-orang lemah. Mereka harus berdiri bersama korban, bukan bersama pelaku dan orang-orang kuat. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Pilihan untuk berdiri bersama korban mungkin tidak menguntungkan, tetapi itu pilihan etis yang Yesus tunjukkan dan perlu kita ikuti.

Ayat Pendukung: Mzm. 140; Est. 5:1-14; 1Yoh. 2:18-25
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...