Berani Menegur

Lukas 17:1-4

Belum ada komentar 124 Views

“Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.” (Luk. 17:3)

“Saya tidak akan pernah melupakan jasanya. Hanya dia yang berani menegur dan mengingatkan saya, ketika saya melakukan hal yang salah. Seorang sahabat yang sesungguhnya. Beruntung saya pernah mengenalnya,” demikian kesaksian seorang pria di depan sebuah peti jenazah. Saya mendengarkan kesaksian itu di sebuah rumah duka. Sebuah kesaksian yang menegaskan kualitas kehidupan almarhum. Kehidupan yang penuh kasih, yang mewujud dalam keberanian untuk mengingatkan kesalahan orang lain.

Tuhan Yesus mengajarkan murid-murid-Nya untuk menjalani kehidupan yang penuh kasih. Kasih yang mewujud nyata dalam kepedulian terhadap kehidupan orang lain, bukan hanya peduli pada diri sendiri. Kepedulian itu ditindaklanjuti dengan menegur ketika melakukan kesalahan. Menegur secara empat mata, bukan di depan umum, apalagi menyebarkan kesalahan orang tersebut kepada orang lain. Berisiko sekali, bukan? Memberi teguran bisa merusak relasi yang ada. Namun, inilah kepedulian dan kasih yang sejati: berani menegur dan juga menerima kembali ketika orang yang bersalah itu bertobat. Tidak berpura-pura tidak mengetahui kesalahan seseorang padahal membicarakan kesalahan tersebut di belakangnya.

Firman Tuhan mengajar kita untuk menjaga kualitas kehidupan pribadi kita sekaligus peduli terhadap orang-orang di sekitar kita. Bukan hanya bisa memberi pujian, melainkan berani menegur ketika sesama melakukan kesalahan. Bersediakah kita? [Pdt. Wahyu Pramudya]

DOA:
Tuhan, ajarlah kami bukan hanya berani memuji seseorang, tetapi juga menegurnya ketika ia bersalah. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 38; Im. 5:1-13; Luk. 17:1-4
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...
  • Akulah Domba-Nya, Itu Cukup Bagiku
    Mazmur 23
    TUHANlah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mazmur 23:1) Domba tidak khawatir akan jalan yang ditempuhnya karena ia percaya kepada sang...