Bencana Spiritual

Mazmur 46

Belum ada komentar 49 Views

“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” (Mzm. 46:11)

Setelah wabah Covid-19, kita memasuki masa new normal; masa di mana nyaris segala sesuatu tidak lagi sama seperti dulu. Sebagian orang membuat pelesetan singkatan penunjuk masa BC (Before Christ) dan AC (After Christ) menjadi Before Corona dan After Corona. Situasi semacam itu membuat takut. Sebab, segala sesuatu serba baru dan serba tidak pasti. Tetapi, justru dalam situasi semacam inilah, pemazmur mengingatkan kita semua bahwa Allah adalah “tempat perlindungan dan kekuatan” kita. Ia sudah terbukti menjadi “penolong dalam kesesakan.” Bahwa “Tuhan semesta alam menyertai kita” karena Ia adalah “kota benteng kita.”

Sumber persoalan dalam kehidupan kita bisa saja beragam. Persoalan bisa muncul karena bencana alam, ketika “bumi berubah” dan “gunung-gunung goncang di dalam laut.” Ketika laut “ribut dan berbuih airnya” dan “gunung-gunung goyang oleh geloranya.” Persoalan bisa juga muncul karena bencana sosial, ketika “Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang.” Apa pun juga persoalan yang harus kita hadapi, Allah tetap adalah kota benteng tempat kita berlindung.

Bencana yang paling berbahaya dalam kehidupan kita, sesungguhnya bukan bencana alam atau bencana sosial itu sendiri, melainkan bencana spiritual. Bencana yang muncul ketika iman kita terguncang, bahkan hilang, ketika kita tidak bisa berdiam diri di dalam “kota benteng” kita, dan malah memilih untuk keluar darinya. [Pdt. Paulus Sugeng Widjaja]

REFLEKSI:
Ketika iman kita goyah dan kita tidak lagi berlindung di dalam Allah, itulah bencana yang sesungguhnya.

Ayat Pendukung: Mzm. 46; Kej. 45:25-46:7; Kis. 5:33-42
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Putus Asa
    Kisah Para Rasul 27:13-38
    Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, … akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamat-...
  • Tuhan Tidak Peduli?
    Markus 4:35-41
    Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” (Mrk. 4:38) Orang yang tidak...
  • Saat Badai Reda
    Mazmur 107:1-3, 23-32
    Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia. (Mzm. 107:31) Pernah bepergian...
  • BERSERAH
    Kisah Para Rasul 21:1-16
    Karena ia tidak mau menerima nasihat kami, kami menyerah dan berkata: “Jadilah kehendak Tuhan!” (Kis. 21:14) Orang yang teguh...
  • Kata Yang Menguatkan
    Kisah Para Rasul 20:1-16
    Ia menjelajah daerah itu dan dengan banyak nasihat menguatkan hati saudara-saudara di situ. (Kis. 20:2) My mama said, “Life...