Belas Kasihan dan Integritas

Belas Kasihan dan Integritas

Belum ada komentar 176 Views

Dalam presidential lecture di Istana Negara, Rabu 15 September 2010, Profesor David T. Elwood (Dekan Harvard Kennedy School) menyebutkan 4 syarat (elemen) penciptaan lapangan kerja dan penghapusan kemiskinan: ekonomi kuat, keunggulan komparatif, kelembagaan dan pemerintahan yang mantap, serta progam mengatasi kemiskinan yang dirancang baik. Tentunya tak perlu diragukan kompetensi Elwood mengajukan 4 syarat itu. Namun ada sebuah pertanyaan yang mengusik: “Bisakah kemiskinan benar-benar diatasi, bila masyarakat kita terdiri atas orang-orang yang tak kenal belas kasihan dan kepedulian pada (nasib) orang miskin?”

Seruan keadilan sosial, terutama belas-kasihan kepada mereka yang tidak seberuntung kita, yang tertindas dalam segala hal, yang miskin, dalam kitab Amos (Amos 8:4-7), menunjukkan sebuah syarat lain yang hakiki. Tanpa belas kasihan kehidupan bersama akan kian digeragoti mentalitas menguntungkan diri sendiri yang memperlakukan sesama sekadar sumber menimbun keuntungan tanpa mempertimbangkan kejujuran apalagi keadilan. Lebih jauh lagi Nabi Amos menegaskan, bahwa hal itu hanya mungkin bila kehidupan dilihat dan dijalani secara utuh (integrated) bersama Tuhan, yang empunya kehidupan.

Amat indah kata-kata Thomas Merton (penulis dunia, biarawan ) tentang belas-kasihan: “The whole idea of compassion is based on a keen awareness of the interdependence of all these living beings, which are all part of one another, and all involved in one another.” Sebab belas kasihan bukanlah sekadar tindakan sesaat apalagi sesekali. Belas kasihan yang insidental, bisa dan biasanya berdasar pada berbagai motivasi yang tidak tulus apalagi lurus. Belas kasihan mesti menjadi sesuatu yang menetap, bahkan gaya hidup. Belas kasihan yang takkan mungkin tanpa integritas.

Mari, kita mulai dari diri kita masing-masing: menjaga integritas kita di hadapan Tuhan dan sesama, sehingga belas kasihan menjadi second nature kita, orang percaya.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...