Bekas Luka Yesus

Yohanes 20:19-23

Belum ada komentar 78 Views

Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. (Yoh. 20:20)

Seorang novelis yang juga cerpenis Amerika, Catherine Ryan Hyde mengatakan, “Tidak ada dunia yang indah tanpa bekas luka.” Hyde beranggapan bahwa dunia ini mengalami banyak peristiwa yang meninggalkan bekas luka. Namun, justru dari situlah keindahan muncul.

Para murid berkumpul di suatu tempat dengan pintu tertutup dan dikunci. Mereka berkumpul dalam keadaan takut. Mereka takut, sebab mereka adalah orang-orang yang setiap hari bersama dengan Yesus yang baru saja dihukum mati. Tak disangka, di tengah-tengah ketakutan itu, Yesus datang kepada mereka. Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya, yakni bagian tubuh-Nya yang dipaku dan ditikam dengan tombak. Yesus memperlihatkan bekas luka-Nya. Yesus melakukan hal itu, tentu dengan sebuah motivasi, untuk menenangkan dan menguatkan murid-murid-Nya. Bekas luka itu adalah tanda kasih dan pengorbanan-Nya, dan bukti bahwa Dia sungguh- sungguh Yesus.

Kita bisa juga mengalami situasi dan perasaan seperti para murid, yakni merasa ketakutan. Takut akan kematian, penyakit, bisnis gagal, dan lain-lain. Namun, seperti yang dialami para murid, Tuhan tidak meninggalkan kita dalam ketakutan kita. Tuhan datang. Dia hadir. Ia menunjukkan bekas luka-Nya, bukti kasih dan pengorbanan-Nya. Sama seperti pada murid-murid dahulu, Yesus pun ingin kita memiliki sukacita dan keberanian untuk melanjutkan hidup karena Dia hidup dan mengasihi kita! [Pdt. Firmanda Tri Permana]

REFLEKSI:
Bekas luka Yesus adalah tanda kasih dan pengorbanan-Nya bagi kita. Kasih-Nya menguatkan kita untuk tidak menyerah, tetapi terus berjuang dan berani melanjutkan hidup.

Ayat Pendukung: Mzm. 104:24-34, 35b; Yeh. 37:1-14; Yoh. 20:19-23
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Ketika Kita Tersakiti
    Mazmur 83:1-4, 13-18
    Ya Allah, janganlah Engkau bungkam, janganlah berdiam diri dan janganlah berpangku tangan, ya Allah! (Mazmur 83:2) Sambil menangis, seorang...
  • MENCLA-MENCLE
    Matius 16:21-28
    “… sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Matius 16:23c) “Mencla-mencle” adalah istilah...
  • Terima Kasih
    Matius 8:14-17
    …Ia pun bangun dan melayani Dia. (Matius 8:15b) Ada dua kata yang diajarkan oleh orangtua ketika kita masih kecil,...
  • Menahan Kejahatan
    2 Tesalonika 2:7-12
    Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan….(2 Tesalonika 2:7a) Kemudahan dalam memperoleh akses...
  • IMITASI
    Efesus 5:1-6
    Sebab itu, sebagai anak-anak yang terkasih, teladanilah Allah. (Efesus 5:1) Seorang anak cenderung meniru perilaku orangtuanya. Proses ini dikenal...