BEBAL

Lukas 7:31-35

Belum ada komentar 162 Views

“Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.” (Luk. 7:35)

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata bebal diartikan sebagai sukar mengerti; tidak cepat menanggapi sesuatu; bodoh. Namun, apakah bebal seperti itu yang tampak di dalam bacaan kita hari ini? Apakah Yesus mengecam orang banyak bebal, semata-mata karena sikap mereka yang sukar mengerti? Tampaknya lebih dari itu.

Lukas 7:31-35 merupakan kelanjutan dari tanggapan Yesus tentang Yohanes Pembaptis. Di hadapan orang banyak, Yesus mengapresiasi Yohanes Pembaptis, sekaligus mempertanyakan cara pandang masyarakat pada saat itu, khususnya orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Yesus menggambarkan mereka seumpama anak-anak yang bersikap masa bodoh, tetapi di saat yang lain mencemooh. Yesus heran dengan sikap mereka yang bebal. Bebal yang dimaksud di sini adalah keengganan untuk membuka pikiran, yang akhirnya membuat mereka menolak segala sesuatu yang baru dan menganggapnya sebagai ancaman. Mereka bangga dengan pemikiran mereka yang sempit, kaku dan monoton. Celakanya, mereka merasa bahwa pemikiran merekalah yang benar.

Disadari atau tidak, sikap bebal juga kadang menghinggapi kita. Kita menolak pemahaman-pemahaman baru karena kita merasa terlalu lekat dengan pemahaman lama kita. Padahal, pemahaman lama yang kita pegang belum tentu benar dan belum tentu sesuai dengan konteks saat ini. Marilah kita membuka pikiran kita agar senantiasa diperbarui oleh Allah. [Pdt. Tunggul Barkat]

REFLEKSI:
Kesediaan diri untuk membuka pikiran dan menyambut kebaruan merupakan langkah terbaik agar kita terhindar dari kebebalan.

Ayat Pendukung: Mzm. 142; Am. 9:11-15; Luk. 7:31-35
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kasih Karunia Yang Menobatkan
    Yehezkiel 33:10-16
    Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup,… Aku tidak berkenan pada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan pada pertobatan...
  • Seruan dan Penyelamatan
    Mazmur 130
    Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan, TUHAN, siapakah yang dapat bertahan? (Mazmur 130:3) Dahulu ada seorang pria yang dikenal...
  • BUKTI IMAN
    Matius 9:27-34
    Yesus pun menyentuh mata mereka sambil berkata, “Jadilah kepadamu seperti yang kamu percayai’.’ (Matius 9:29) Apakah iman membutuhkan bukti?...
  • Diam: Tanda Ketidakpedulian!
    Yesaya 42:14-21
    Banyak yang kaulihat, tetapi tidak kauperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar. (Yesaya 42:20) Diam itu emas? Broery Marantika...
  • ACTION: Bukti Keluasan Hati
    Mazmur 146
    TUHAN menjaga para pendatang, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik digagalkan-Nya. (Mazmur 146:9) Membaca kesaksian...