Bahaya Puas Diri

Lukas 13:22-31

Belum ada komentar 188 Views

“Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir.” (Luk. 13:30)

Sikap puas diri harus diwaspadai. Sebab, dalam banyak bidang kehidupan, sikap puas diri telah membuat banyak orang menjadi lengah dan akhirnya mengalami kegagalan serta penyesalan. Misalnya, atlet yang berpuas diri menjadi tidak giat lagi berlatih sehingga mengalami kekalahan. Begitu pula ilmuwan yang berhenti membaca dan melakukan penelitian akan mengalami kemunduran. Bagaimana dengan kehidupan rohani?

Yesus mengingatkan orang banyak akan bahaya puas diri. Orang-orang yang merasa puas dengan kehidupan keagamaannya harus siap untuk kecewa karena Tuhan akan mengusir mereka dari hadapan-Nya. Bahkan, meskipun mereka mengklaim memiliki kedekatan dengan Tuhan, dengan mengatakan, “Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami” (Luk. 13:26). Mari kita perhatikan! Ada perbedaan antara “makan dan minum di hadapan-Mu” dengan “makan dan minum bersama-Mu”. Yang pertama mengisyaratkan ada jarak, sedangkan yang kedua menegaskan keintiman. Apa artinya mendengarkan Dia mengajar, tetapi tidak terjadi perubahan apa pun? Sekadar menjadi penonton?

Setiap kita diingatkan untuk tidak berpuas diri dengan menyandang status seorang Kristen. Kita perlu memeriksa siapa Kristus bagi kita? Apakah kita membangun relasi yang intim dengan Dia? Apakah kita mengenal kehendak-Nya dan rela hati melakukan kehendak-Nya? [Pdt. Lindawati Mismanto]

REFLEKSI:
Saat kita dengan rendah hati mengakui betapa miskinnya pengenalan kita akan Dia, saat itulah Ia datang menjumpai kita.

Ayat Pendukung: Mzm. 105:1-42; 2Taw. 20:1-22; Luk. 13:22-31
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kuangkat Hatiku Kepada-Mu
    Mazmur 86:1-10
    Buatlah hati hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat hatiku. (Mazmur 86:4) Seorang pria duduk sendirian di bangku panjang...
  • Dengan Segenap Hati
    Mazmur 86:11-17
    Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. (Mazmur 86:12) Seorang pemuda...
  • Kuasa-Nya Menyembuhkan
    Lukas 6:12-19
    Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu....
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...