Bahaya Percabulan

1 Korintus 7:1-7

Belum ada komentar 246 Views

… tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri. (1Kor. 7:2)

Kisah percabulan menghiasi tema film, sinetron, karya sastra dan realitas hidup sehari-hari. Aksi percabulan dilakukan dalam bentuk pornografi, pelecehan, perzinahan, dan perkosaan. Intinya nafsu seks liar menjadi motif dan penggerak tindakan, baik dipraktikkan dalam bentuk vulgar maupun terselubung. Modusnya dapat binal, tetapi juga bisa tampak saleh, dipoles dengan hukum agama.

Hampir di setiap lingkup masyarakat tidak pernah lepas dari kasus perselingkuhan dan prostitusi. Tampaknya, pernyataan Rasul Paulus tidak terlalu tepat saat menyatakan, “Tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.” Sebab, walaupun memiliki istri atau suami, tidak menjamin seseorang tidak melakukan praktik percabulan. Kerapuhan dalam masalah seks dipengaruhi beberapa faktor, yaitu hormon testosteron, pikiran porno, trauma, dan citra diri yang negatif. Namun, utamanya adalah hati yang tidak murni sehingga gagal menghayati kesucian pikiran dan kekudusan pernikahan.

Berbagai kisah pilu tentang kehancuran kehidupan rumah tangga belum juga menghentikan intensitas percabulan dalam berbagai manifestasi. Percabulan merupakan jerat Iblis yang sangat mematikan, dengan menawarkan kenikmatan sementara. Namun, ketika kekudusan menjadi sukacita, maka nafsu percabulan akan segera sirna karena Roh Kudus memurnikan batin kita. [Pdt. Yohanes Bambang Mulyono]

REFLEKSI:
Sejauh mana kita menghayati panggilan dan hidup kudus dalam sukacita ilahi, juga dalam seks yang dianugerahkan Allah?

Ayat Pendukung: Mzm. 36:6-11; Yer. 3:19-25; 1Kor. 7:1-7
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Takhta Allah Tak Goyah
    Mazmur 47
    Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus. (Mazmur 47:9) Dalam era digital, kita...
  • SAMBUTLAH DIA!
    Matius 10:40-42
    Siapa saja yang menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan siapa yang menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku....
  • AMPUNILAH DIA!
    Lukas 17:1-4
    Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. (Lukas 17:3) Dalam kehidupan masyarakat...
  • Tak Tahu Harus Berbuat Apa
    2 Tawarikh 20:5-12
    “Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu.” (2 Tawarikh 20:12b) Seorang manajer muda...
  • Jangan Aku Tertidur Dan Mati
    Mazmur 13
    Pandanglah dan jawablah aku, ya TUHAN, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati. (Mazmur 13:4) Jam...