Apa yang Harus Anda Lakukan dengan Karunia-Karunia Anda

Belum ada komentar 18 Views

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 4:10 “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”

Tahukah Anda untuk apa Tuhan menciptakan Anda? Apakah Anda tahu apa takdir Anda?

Untuk dapat menggenapi takdir Anda, maka Anda perlu mengenali cara unik Tuhan dalam menciptakan Anda. Itu termasuk hal-hal yang di luar kendali Anda, misalnya orang tua Anda, kewarganegaraan Anda, ras Anda, atau bahasa ibu Anda.

Pun termasuk bentuk Anda: Karunia Spiritual, Hati, Kemampuan, Kepribadian, dan Pengalaman Anda. Semua hal tersebut menjadikan Anda unik.

Anda hanya bertanggung jawab atas karunia-karunia yang dianugerahkan kepada Anda. Jadi, apabila Anda tidak berbakat secara artistik, Anda tidak diharapkan untuk menghasilkan karya lukisan seperti Rembrandt.

Ketika Anda sampai ke surga, Allah tidak akan membandingkan Anda dengan orang lain, tetapi Dia akan membandingkan Anda dengan diri Anda sendiri. Apa yang telah Anda lakukan dengan karunia-karunia Anda?

Roma 14:12 mengatakan, “Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.”

Dalam Perjanjian Lama, Ester menggunakan tiga aset yang dianugerahkan Allah untuk mengenapi takdirnya. Ester seorang wanita cerdas, cantik, dan memiliki kepribadian yang menarik. Karena karakteristik inilah, “Ketika Ester–anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak–mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apa pun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia. Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti”
(Ester 2:15, 17).

Sama halnya Allah memberi Ester karunia-karunia untuk sebuah tujuan, Dia pun telah memberi Anda karunia-karunia untuk suatu tujuan.

Sama halnya Ester, Anda memiliki tanggung jawab untuk menjadi murid yang baik dalam menggunakan karunia-karunia tersebut— bukan untuk kepentingan diri Anda sendiri melainkan untuk kepentingan orang lain.

Renungkan hal ini:
– Untuk dapat mengetahui apa takdir Anda, maka Anda harus tahu apa talenta-talenta Anda, dan kemudian memutuskan bagaimana menggunakannya. Buatlah daftar karunia-karunia yang telah Tuhan berikan kepada Anda— termasuk karunia-karunia Anda dan faktor-faktor kehidupan yang di luar kendali Anda, seperti keluarga Anda, kebangsaan Anda, dan sebagainya. Tanyakan kepada diri Anda sendiri, “Apa yang telah Allah berikan kepadaku untuk digunakan demi kebaikanku selamanya?”
– Bagaimana Anda dapat membantu orang lain menemukan bentuk karunia dan tujuannya?
– Apa sajakah cara-cara praktis yang dapat Anda dapatkan dari kebiasaan buruk membandingkan diri Anda dengan orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 104-105; 1 Korintus 3

Kunci untuk menjalani kehidupan yang produktif dan memuaskan ialah dengan menggunakan karunia Anda tersebut untuk melayani Tuhan, dengan cara melayani orang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kematiannya Membangkitkan Kita
    Yohanes 11:1-44
    Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu...
  • Hukuman Bagian Dari Kasih Sayangnya
    Yehezkiel 36:8-15
    Maka kamu, gunung-gunung Israel, akan bertunas kembali dan akan memberi buah untuk umat-Ku Israel, sebab mereka akan segera kembali....
  • Setia Dalam Penderitaan
    Wahyu 11:15-19
    Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatan tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu …. (Why....
  • Pertolongan Tuhan Tidak Pernah Terlambat
    Mazmur 130
    Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku. (Mzm. 130:2) Di ruang gawat darurat sebuah rumah sakit...
  • Tuhan Peduli
    Matius 9:27-34
    Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.”...
Kegiatan