ANAK TIMEUS

ANAK TIMEUS

1 Komentar 1313 Views

Secara sengaja penulis Injil Markus menulis siapa yang dijumpai Yesus di dalam perjalanan-Nya keluar dari Yerikho: “… ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.” Anak Timeus! Siapa Timeus? Tentu tak ada informasi apa pun di dalam Alkitab tentang Timeus, ayah si pengemis buta ini. Namun, mereka yang menyukai teks-teks filsafat klasik pastilah mengenal sebuah buku indah dari sang filsuf agung, Plato, dengan judul Timaeus. Buku ini berbicara perihal pembentukan semesta dan ternyata di dalamnya mata dan penglihatan memegang peranan   sangat penting untuk memahami realitas semesta itu (lih. Timaeus, #47a dan #47b).

Namun, penulis Markus kini memperjumpakan Yesus “anak Daud” dan Bartimeus “anak Timeus.” Seorang teolog bernama Gordon Lathrop menafsirkan perjumpaan Yesus dan Bartimeus sebagai sebuah perjumpaan antara iman dan akal, teologi dan filsafat. Di dalam injil Markus, Yesus mengatasi “penglihatan” filsafat, yang ironisnya justru kerap kali “buta” ketika berurusan dengan kebenaran sejati. Kini, anak Timeus itu berseru kepada Yesus, memohon penglihatan sejati, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Ketika Yesus memanggil Bartimeus, si buta itu “menanggalkan jubahnya,” yang oleh Lathrop ditafsir sebagai kesediaan meninggalkan “jubah sang filsuf” (the philosopher’s cloak) – dan sembuhlah ia serta mampu melihat realitas secara baru.

Benjamin Franklin suatu kali berkata, “Cara untuk melihat dengan iman adalah dengan menutup mata akalbudi.” Tentulah relasi iman dan akal tak perlu sedemikian konfrontatif, seolah-olah kita harus memilih salah satu. Kisah “anak Timeus” ini sesungguhnya  mengajak kita menyadari bahwa melihat dengan akalbudi sangatlah penting, namun ia tak akan mampu membawa kita untuk melihat  kebenaran yang melampaui akal budi itu. Di situ iman pada Yesus memampukan kita “melihat” kebenaran dengan cara yang baru.

 

j.a.

1 Comment

  1. Sebulon silitonga

    Sangat memberkati

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Rumah Tanpa Alibi
    Matius 22:34-46
    Dalam bacaan ini, Yesus menghadapi pertanyaan dari orang-orang Farisi dan kemudian bertanya tentang identitas Mesias. Percakapan tersebut mengajak kita...
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...