ALLAH Yang Hidup

Kisah Para Rasul 17:16-31

Belum ada komentar 68 Views

“Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia ….” (Kis. 17:24)

Sesuatu dikatakan hidup bila mampu bergerak, tetap ada dan berfungsi sebagaimana mestinya. Sebaliknya, sesuatu dikatakan tidak hidup bila tidak bergerak, mati dan tidak dapat melakukan apa-apa. Inilah yang menjadi keresahan Paulus ketika melihat begitu banyaknya patung-patung berhala di kota Atena. Patung-patung berhala itu menunjukkan bahwa tuhan yang disembah di kota itu, bukanlah Allah yang hidup.

Allah yang kita imani adalah Allah yang hidup. Ia tidak dapat kita batasi dalam wujud materi apa pun. Namun, kita dapat mengenali-Nya melalui apa pun. Dengan kata lain, kita dapat mengenali Allah Yang Mahakuasa melalui hasil karya-Nya, seperti melalui keindahan alam semesta, tetapi alam semesta itu bukanlah Allah. Kita juga dapat merasakan cinta kasih Allah yang tanpa pamrih melalui kasih sayang kedua orangtua kita, tetapi kedua orangtua kita bukanlah Allah.

Kesalahan kita adalah ketika kita membatasi Allah hanya pada keadaan-keadaan tertentu. Sebagai contoh, kita menganggap Allah memberkati kita ketika kita sukses, sehat dan bahagia. Sementara saat kita gagal, sakit dan berduka, hal itu kita anggap sebagai tanda bahwa Allah tidak memberkati hidup kita. Pemahaman itu tidaklah benar. Mengapa? Beriman kepada Allah yang hidup, berarti kita meyakini bahwa Allah pun memberkati kita ketika kita gagal, sakit dan berduka. Ia merangkul kita ketika kita gagal, Ia menopang kita ketika kita sakit dan Ia mengusap air mata kita ketika kita berduka. [Pdt. Tunggul Barkat]

REFLEKSI:
Beriman kepada Allah yang hidup, berarti bersedia menghayati karya Allah yang terpancar melalui berbagai peristiwa kehidupan.

Ayat Pendukung: Mzm. 23; Yer. 10:17-25; Kis. 17:16-31
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...