Allah di Atas Kita

Matius 24:36-44

Belum ada komentar 33 Views

Kiita sering terjebak dalam kegelisahan horisontal (fokus berlebihan pada dimensi waktu dan ruang duniawi (horisontal): segala sesuatu yang dapat kita ukur dan atur) —terobsesi mengontrol waktu dan merencanakan masa depan. Matius 24:36-44 membuyarkan ilusi kontrol ini: “tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu.” Ketidaktahuan ini adalah deklarasi kedaulatan Allah yang mengganggu—sebuah panggilan untuk berhenti hidup dalam kecemasan yang tidak produktif.

Pesan Yesus beralih dari kapan ke bagaimana. Konsep “Allah di Atas Kita” bukanlah tentang Allah yang jauh, melainkan tentang Pola Keselamatan yang Radikal: Selalu dari Atas ke Bawah. Ini adalah Solidaritas Ilahi yang menuntut partisipasi dan mediasi kita di masa kini:

1. Allah Melawan Kita (Konfrontasi Dosa): Allah turun dan berhadapan langsung dengan keberdosaan dunia. Partisipasi kita adalah menjadi mediator yang berani melawan sistem korup dan ketidakadilan, meskipun itu menyakitkan.

2. Allah Bersama Kita (Inkarnasi): Allah hadir di antara manusia. Panggilan kita adalah menghadirkan diri bagi sesama, menjadikan Gereja sebagai agen mediasi yang nyata di tengah lingkungan yang gelap.

3. Allah di Depan Kita (Harapan): Allah terus berkarya menuju pemulihan total. Partisipasi kita adalah terus menghadirkan kebaikan tanpa putus asa (spiritualitas membumi).

“Allah di Atas Kita” adalah pusat kedaulatan yang membebaskan kita. Karena kita tidak tahu kapan Kristus datang, kewaspadaan kita haruslah berupa hidup etis yang intensif dan mendesak sekarang.

Jangan biarkan ketidakpastian melumpuhkan Anda. Ketidakpastian itu adalah panggilan radikal untuk memaksimumkan partisipasi Anda. Hiduplah dalam solidaritas yang membumi, karena Allah yang di Atas telah turun dan berjanji untuk datang kembali. Amin. (TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...
  • MENGAMPUNI TANPA KENDALI
    Matius18:21-35
    “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Sebuah pertanyaan...