AKU TAHU

Wahyu 2:8-11

Belum ada komentar 91 Views

“Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” (Why. 2:10)

Banyak orang menganggap penting untuk tahu tentang masa depannya. Itulah penyebab ramalan laris manis sejak dulu. Namun, apa jadinya jika kita tahu masa depan, tetapi tidak mampu berbuat apa-apa? Jangan-jangan hidup kita hari ini justru dihantui oleh ketakutan akan masa depan.

Ada Pribadi yang bukan hanya tahu, tetapi berada di masa lalu sekaligus masa depan kita. Dia adalah Yang Mahakuasa. Dia yang memperkenalkan diri sebagai “Yang Awal dan Yang Akhir” (Why. 2:8). “Aku tahu” (Why. 2:9). Itulah yang dikatakan Kristus kepada jemaat-Nya di Smirna, yang saat itu sedang mengalami aniaya. Kalau Allah diam, sementara umat-Nya mengalami penderitaan, itu tidak berarti Ia tidak peduli. “Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu,” itulah yang Tuhan katakan. Ia tahu. Karena itu, Ia memberi penguatan dan penghiburan, “Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita!” (Why. 2:10). Penguatan ini sepatutnyalah membuat jemaat di Smirna tetap setia sampai akhir hidup mereka.

“Aku tahu!” Apa dampak perkataan ini jika kita dengarkan saat kita sedang mengalami penderitaan; saat kita merasa tak seorang pun memahami kita; saat kita merasa keadaan tidak berubah, meski sudah berdoa ribuan kali banyaknya? Perkataan Tuhan, “Aku tahu,” kiranya menjadi kekuatan bagi kita untuk menjalani kehidupan kita hari ini dan bertahan serta setia dalam keadaan apa pun sampai akhir. [Pdt. Lindawati Mismanto]

REFLEKSI:
Perkataan Tuhan, “Aku tahu,” adalah kekuatan yang memampukan kita bertahan dalam kesulitan dan tetap setia.

Ayat Pendukung: Mzm. 63:2-9; Dan. 3:19-30; Why. 2:8-11
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...