Kasih: pemberian diri seutuhnya

Kasih: pemberian diri seutuhnya

Belum ada komentar 107 Views

Ada ungkapan: “Dalam dunia yang tidak begitu peduli, orang kristen harus lebih peduli”. Mengapa? Karena kita sudah mendapatkan teladan kasih dari sahabat kita: Yesus. Ia peduli kepada kita, orang yang berdosa. Ia memberikan diriNya buat menebus dosa kita. Melihat orang yang peduli pada sesama dan berkorban bagi sesama, membuat saya melihat Yesus dalam diri orang itu.

Hari ini kita membuka bulan keluarga, sekaligus merayakan perjamuan kudus. Kembali diingatkan kepada kita, akan kasih sahabat kita: Yesus. Ia memberikan diriNya seutuhnya di kayu salib. Lalu bagaimana relasi kasih kita dengan sesama anggota keluarga? Apakah kita rela berkorban buat yang lain, atau malahan menuntut yang lain berkorban buat kita? Bagaimana juga relasi kasih kita dengan sesama?

Ada ungkapan lain: “Semakin dekat anda kepada Allah, semakin besar hati anda untuk sesama”. Semoga melalui perjamuan kudus hari ini, kita semakin didekatkan pada sesama kita dan anggota keluarga kita.

RDJ

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...
  • MENGAMPUNI TANPA KENDALI
    Matius18:21-35
    “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Sebuah pertanyaan...