Hari Tuhan, Takut atau Senang?

Hari Tuhan, Takut atau Senang?

1 Komentar 53 Views

Merapi menyala dan merajalela. “Wedus gembel” memporakporandakan apa saja yang dilandanya. Tetapi lihatlah, kemanusiaan sedang dibangun. Ketika rumah-rumah dibuka untuk para pengungsi. Ketika semua bersatu padu untuk membuat nasi bungkus buat para korban merapi. Suatu ‘nyanyian baru’ (Mz. 98:1) sudah dinyanyikan di tengah kebejatan moral disekitar kita! Surya kebenaran dan kesembuhan (Mal. 4:2) terbit buat para pengungsi. Semua itu ‘membakar’ dan mempermalukan (Mal. 4:1) mereka yang fasik dan tak bernurani!

Apakah semua itu kebetulan saja? Dalam perspektif iman kita melihat dibalik itu Tuhan yang datang melawat umatNya. Hari Tuhan datang! Pada waktu kebejatan moral terjadi di masa Maleachi. Hari Tuhan datang pada saat Merapi menyala dan merajalela. Hari Tuhan datang, setiap hari, dalam setiap pergumulan hidup kita. Menyemangati dan membangkitkan pengharapan kita. Tuhan tidak tidur. Gusti Allah ora sare! Tuhan terus bekerja untuk menyatakan kasih dan keadilanNya.

Karena itu sambutlah Tuhanmu dengan sukacita. Jangan kehilangan pengharapan di tengah kehidupan yang nampaknya tak berpengharapan. Perbaharui terus karya kasihmu! Nyanyikan selalu ‘nyanyian baru’ dari Tuhan. Jangan ikut ‘menyanyikan’ nada sumbang ketidak adilan dan kebejatan moral di sekitar kita. Jangan takut terhadap mereka yang fasik. Jangan takut tidak populer. Jangan takut tidak naik pangkat.

“Bahwa sesungguhnya hari itu datang….” (Mal. 4:1)

The day is coming….Haleluyah!

[RDj]

1 Comment

  1. Martinus

    Pak Rudi,
    Matur nuwun untuk artikel yang menguatkan..
    Kita terus berdoa untuk kita dan saudara seiman kita agar tetap mendapat kekuatan
    dalam menghadapi hari-hari yang tidak menentu ini.
    Tuhan Yesus memberkati

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...
  • MENGAMPUNI TANPA KENDALI
    Matius18:21-35
    “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Sebuah pertanyaan...