Hari Tuhan, Takut atau Senang?

Hari Tuhan, Takut atau Senang?

1 Komentar 26 Views

Merapi menyala dan merajalela. “Wedus gembel” memporakporandakan apa saja yang dilandanya. Tetapi lihatlah, kemanusiaan sedang dibangun. Ketika rumah-rumah dibuka untuk para pengungsi. Ketika semua bersatu padu untuk membuat nasi bungkus buat para korban merapi. Suatu ‘nyanyian baru’ (Mz. 98:1) sudah dinyanyikan di tengah kebejatan moral disekitar kita! Surya kebenaran dan kesembuhan (Mal. 4:2) terbit buat para pengungsi. Semua itu ‘membakar’ dan mempermalukan (Mal. 4:1) mereka yang fasik dan tak bernurani!

Apakah semua itu kebetulan saja? Dalam perspektif iman kita melihat dibalik itu Tuhan yang datang melawat umatNya. Hari Tuhan datang! Pada waktu kebejatan moral terjadi di masa Maleachi. Hari Tuhan datang pada saat Merapi menyala dan merajalela. Hari Tuhan datang, setiap hari, dalam setiap pergumulan hidup kita. Menyemangati dan membangkitkan pengharapan kita. Tuhan tidak tidur. Gusti Allah ora sare! Tuhan terus bekerja untuk menyatakan kasih dan keadilanNya.

Karena itu sambutlah Tuhanmu dengan sukacita. Jangan kehilangan pengharapan di tengah kehidupan yang nampaknya tak berpengharapan. Perbaharui terus karya kasihmu! Nyanyikan selalu ‘nyanyian baru’ dari Tuhan. Jangan ikut ‘menyanyikan’ nada sumbang ketidak adilan dan kebejatan moral di sekitar kita. Jangan takut terhadap mereka yang fasik. Jangan takut tidak populer. Jangan takut tidak naik pangkat.

“Bahwa sesungguhnya hari itu datang….” (Mal. 4:1)

The day is coming….Haleluyah!

[RDj]

1 Comment

  1. Martinus

    Pak Rudi,
    Matur nuwun untuk artikel yang menguatkan..
    Kita terus berdoa untuk kita dan saudara seiman kita agar tetap mendapat kekuatan
    dalam menghadapi hari-hari yang tidak menentu ini.
    Tuhan Yesus memberkati

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...
  • Pengosongan Diri
    Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11
    Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan...
  • Pemberitaan
    Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:2-13; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33
    Pemberitaan apa yang menurut Saudara paling heboh akhir-akhir ini? Vaksin? Varian baru Covid 19? Atau berita tentang KLB Partai...
  • Pemberian
    Di Minggu ini, kita akan bersama diajak untuk merenungkan satu tema, yaitu Makna dalam Peristiwa Pemberian. Kisah percakapan antara...