Munafik atau Utuh?

Matius 23:13-28

Belum ada komentar 4 Views

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farsi, hai Kamu orang-orang munafik karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Surga di depan orang. Sebab, kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk (Matius 23:13)

Dalam sebuah komunitas diperlukan adanya aturan yang menjadi koridor bagi para anggotanya dalam berperilaku. Ada peraturan yang harus dipatuhi bersama agar tercipta ketertiban dan keteraturan bagi kebaikan semua pihak. Namun, selalu ada kemungkinan bahwa aturan-aturan tersebut justru hanya menguntungkan sebagian orang dan merugikan yang lain.

Pada zaman Perjanjian Baru, kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan orang Yahudi saling bertumpang tindih. Hampir semua aspek kehidupan masyarakat diatur oleh aturan-aturan agama. Para pemimpin masyarakat Yahudi sekaligus merupakan pemimpin agama. Para ahli Taurat dan orang Farisi membuat berbagai aturan sebagai rincian hukum Taurat. Mereka dikecam oleh Yesus sebagai orang-orang munafik. Kata munafik berasal dari kata yang berarti “pemeran” atau “aktor/aktris”, yaitu orang yang berpura-pura. Melalui berbagai rincian aturan yang mereka buat, mereka seolah-olah menyiapkan jalan bagi umat untuk masuk ke dalam surga. Padahal, mereka justru menghalanginya karena mengabaikan esensi Taurat, yaitu keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan.

Bagaimana dengan kehidupan kita? Seberapa sungguh kita menjalaninya dalam kesadaran bahwa kita adalah warga Kerajaan Surga? Apakah religiositas kita hanya berhenti pada ritual-ritual, ataukah berkembang menjadi spiritualitas yang menggerakkan seluruh sendi kehidupan kita? [Pdt. Em. Ronny Nathanael]

DOA:
Bapa surgawi, tolong kami agar mampu merawat hal terpenting sebagai warga Kerajaan Surga, yaitu hidup dalam kasih. Amin.

Ayat Pendukung: Mal. 1:6-2:9; Mzm. 43; Mat. 23:13-28
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Yang Dipandang Hina Namun Berharga
    Yosua 2:1-14
    Yosua bin Nun dengan diam-diam mengutus dari Sitim dua orang pengintai, katanya, “Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan Kota Yerikho.”...
  • Berseru Kepada Tuhan
    Mazmur 107:1-7, 33-37
    Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan Ia melepaskan mereka dari kesusahan mereka. (Mazmur 107:6) Ada banyak...
  • Ke Mana Hati Kita Melekat?
    Matius 19:16-22
    Kata Yesus kepadanya, “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, dan...
  • Apa Yang Terpancar Dari Wajah Kita?
    Keluaran 34:29-35
    Lalu Musa turun dari Gunung Sinai dengan kedua loh hukum di tangannya. Ketika turun dari gunung itu, ia tidak...
  • Melakukan Karena Mencintai
    Mazmur 119:41-48
    Aku menggemari perintah-perintah-Mu yang memang kucintai. (Mazmur 119:47) Masih ingatkah ketika Saudara jatuh cinta kepada seseorang? Ketika sedang jatuh...