Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan Ia melepaskan mereka dari kesusahan mereka. (Mazmur 107:6)
Ada banyak hal yang dapat membuat hidup ini terasa begitu menyesakkan. Kesusahan dapat menggerus semangat untuk melanjutkan kehidupan. Ada yang kemudian mengambil jalan pintas dengan mengakhiri hidupnya. Ada pula yang dengan putus asa menghalalkan segala cara untuk keluar dari hal-hal yang menyesakkan itu.
Mazmur 107 mengungkapkan kondisi orang-orang yang berada dalam kesesakan. Apa yang mereka lakukan? Orang-orang ini “berseru-seru” kepada TUHAN. Artinya, mereka mencari dan menaruh pengharapan hanya kepada TUHAN. Mengapa demikian? Karena mereka tahu dan sungguh yakin bahwa pertolongan serta penebusan yang mereka butuhkan hanya dapat diperoleh dari dalam dan melalui TUHAN saja. Pengharapan mereka tidak sia-sia. TUHAN mendengar seruan mereka dan bertindak. Ia melepaskan mereka dari kesusahan yang menyesakkan hidup mereka. Dalam kelegaan, mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya dan karena perbuatan- perbuatan-Nya yang ajaib.
Bagaimana dengan kita? Ketika berbagai kesusahan menimpa kita, saat kita seolah terpenjara dalam kesesakan, kepada siapa kita mengandalkan diri? Kepada siapa kita menaruh pengharapan? Kesaksian pemazmur seharusnya meneguhkan iman, pengharapan, dan penyerahan kita hanya kepada Dia, yaitu TUHAN yang kita kenal di dalam Yesus Kristus dan dalam persekutuan Roh Kudus. [Pdt. Em. Ronny Nathanael]
DOA:
Ya Allah Bapa kami, teguhkanlah iman dan pengharapan kami hanya kepada-Mu. Amin.
Ayat Pendukung: Ams. 16:1-20; Mzm. 119:41-48; Mat. 19:16-22
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.




Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.