“TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu berdiam diri saja.” (Keluaran 14:14)
Dalam kehidupan, kadang kita harus menempuh jalan alternatif. Jalan alternatif adalah jalan yang tidak kita rencanakan—jalan yang tidak pernah terpikirkan, tetapi pada akhirnya harus kita tempuh.
Bangsa Israel tidak pernah membayangkan bahwa mereka akan keluar dari tanah Mesir dengan melewati Laut Teberau yang terbelah dua, sehingga mereka dapat berjalan di tengah-tengahnya. Setelah Musa berulang kali bernegosiasi dengan Firaun, akhirnya jalan yang ditempuh bangsa Israel untuk keluar dari Mesir adalah melalui Laut Teberau. Jalan ini tentu tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh bangsa Israel. Namun, TUHAN menyertai mereka menempuh jalan itu.
Kita tidak menjalani kehidupan ini sendirian. Kita berjalan bersama Tuhan, Sang Pemilik Kehidupan. Tuhan, Sang Pemilik Kehidupan, memiliki berbagai cara untuk menuntun kita. Ada jalan-jalan alternatif yang akan Tuhan tunjukkan. Kita mungkin akan mengalami jalan- jalan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya bersama Tuhan. Kiranya kita berani memberi ruang bagi jalan-jalan alternatif dalam kehidupan kita, sejauh kita terus meyakini bahwa jalan tersebut adalah cara Tuhan berkarya dalam kehidupan kita. Sama seperti bangsa Israel keluar dari Mesir melalui sebuah jalan alternatif, demikian pula kita memberi kesempatan bagi Tuhan untuk berkarya secara ajaib melalui jalan-jalan alternatif dalam hidup kita. [Pdt. Cordelia Gunawan]
REFLEKSI:
Berilah ruang bagi jalan-jalan alternatif dalam hidup sebagai cara Tuhan berkarya.
Ayat Pendukung: Kel. 13:17-22; Mzm. 114; 1 Yoh. 3:11-16
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.



Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.