Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. (Matius 14:25)
Gregg Murray, seorang psikolog, menjelaskan bahwa pada saat tidur malam, sistem neurobiologi manusia mencapai titik tertentu sekitar pukul 03.00-04.00 dini hari. Pada waktu tersebut, terjadi peningkatan suhu inti tubuh, sekresi hormon tidur melatonin, dan kadar hormon stres kortisol. Oleh karena itu, seseorang secara alami dapat terbangun pada pukul 03.00 pagi. Sering kali, momen ini diikuti oleh munculnya ingatan- ingatan tentang peristiwa masa lalu. Hal ini dapat membuat seseorang merasa cemas, gelisah, bahkan menangis.
Pukul tiga dini hari juga menjadi waktu yang krusial bagi murid-murid Yesus. Mereka baru saja menjalani pelayanan yang melelahkan. Yesus meminta mereka menyeberang danau untuk beristirahat, sementara la tidak berada di dalam perahu bersama mereka. Di tengah perjalanan, perahu mereka diombang-ambingkan oleh gelombang karena angin sakal. Dalam situasi yang mencekam itu, Yesus datang menghampiri mereka. Namun, mereka justru ketakutan karena mengira yang datang adalah hantu. Lalu Yesus menenangkan mereka dengan berkata, “Tenanglah! Ini Aku, jangan takut!”
Mungkin saat ini Saudara sedang mengalami kesulitan tidur—gelisah, cemas, dan takut. Yesus memahami kegelisahan tersebut. Pada saat yang krusial dalam hidup Saudara, la hadir untuk menenangkan badai. Karena itu, arahkanlah fokus Anda kepada-Nya. Peganglah erat tangan- Nya dan jangan terfokus pada badai agar tidak tenggelam seperti Petrus.[Pdt. Nanang]
DOA:
Ya Yesus, ajarlah kami untuk berfokus kepada-Mu dalam menghadapi badai kehidupan sehingga kami tidak tenggelam. Amin.
Ayat Pendukung: 1 Raj. 19:9-18; Mzm. 85:8-13; Rm. 10:5-15; Mat. 14:22-33
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.




Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.