Mencondongkan Hati Kepada Firman

Mazmur 119:105-112

Belum ada komentar 116 Views

Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. (Mazmur 119:105)

Pernahkah Saudara tersesat dalam kegelapan total? Mungkin saat listrik padam pada malam hari, atau ketika harus berjalan di jalan yang asing tanpa penerangan sedikit pun. Perasaan cemas dan tidak tahu arah tentu sangat tidak nyaman. Secara naluriah, kita akan mencari sumber cahaya karena kita membutuhkan panduan untuk melangkah. Kita ada di mana dan mau ke mana? Demikian pula dalam perjalanan hidup. Kita tidak ingin tersesat dan mengambil keputusan tanpa dasar yang kokoh. Kita membutuhkan kekuatan yang memberi pengharapan sejati dalam menghadapi berbagai masalah.

Allah tidak membiarkan manusia berjalan dalam kegelapan. Pemazmur menyatakan bahwa firman Allah adalah terang yang menuntun langkah hidup. Sebagai pengikut Kristus, kita memahami bahwa firman Allah telah menjadi manusia (Yohanes 1:14). Kristus adalah terang sejati yang mengalahkan kegelapan dunia. Melalui pertolongan Roh Kudus, firman Allah tidak hanya dibaca, tetapi juga dihayati. Hikmat-Nya disimpan dalam hati, dihidupi, dan menjadi kekuatan dalam menghadapi penderitaan serta godaan.

Firman Allah dikaruniakan kepada kita bukan sekadar untuk menambah pengetahuan, melainkan untuk memperbarui kehidupan. Dalam mengambil keputusan dan bertindak, firman Allah menuntun kita kepada kebenaran dan kebaikan yang sesuai dengan kehendak-Nya. Marilah, menjadikan firman Tuhan sebagai pelita yang menerangi setiap langkah kita. [Pdt. Essy Eisen]

REFLEKSI:
Apa bukti nyata bahwa kita telah mencondongkan hati kepada firman Allah yang menuntun kehidupan?

Ayat Pendukung: Kel. 3:1-6; Mzm. 119:105-112; Rm. 2:12-16
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • IMITASI
    Efesus 5:1-6
    Sebab itu, sebagai anak-anak yang terkasih, teladanilah Allah. (Efesus 5:1) Seorang anak cenderung meniru perilaku orangtuanya. Proses ini dikenal...
  • Cinta Dan Pengorbanan
    Matius 26:6-13
    “Untuk apa pemborosan ini?” (Matius 26:8b) Ungkapan “cinta perlu pengorbanan” sering digunakan untuk menggambarkan bukti cinta yang sejati. Secara...
  • Pikiran Tuhan
    Roma 11:33-36
    Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? (Roma 11:34) Pengalaman yang panjang dan proses...
  • Hampir Sama Seperti Allah
    Mazmur 8
    Namun, Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah….(Mazmur 8:6a) Para pegiat lingkungan memperkirakan bahwa Indonesia kehilangan sekitar 10 juta...
  • SIAPAKAH AKU?
    Matius 16:13-20
    Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” (Matius 16:15) Saat ini, media sosial telah menjadi salah...