BAHAYA KEDENGKIAN

Matius 27:11-54

Belum ada komentar 88 Views

Ia sudah mengetahui bahwa mereka menyerahkan Yesus karena dengki. (Matius 27:18)

Seorang sahabat membagikan kisah pilu. Ia dijatuhkan oleh temannya sendiri karena rasa dengki. Dalam relasi, hal semacam ini memang sering terjadi, terlebih di dunia kerja yang sarat dengan kompetisi. Di tempat kerja, ada orang- orang tertentu yang tidak senang melihat orang lain lebih dari dirinya. Orang yang narsisistik biasanya demikian.

Yesus diarak dan dihukum karena orang lain iri hati kepada-Nya. Padahal, Yesus tidak bersalah sedikit pun. Pilatus pun sebenarnya tahu bahwa orang banyak, bersama para pemuka agama, mendengki Yesus. Namun, ironisnya, Pilatus tidak berani menegakkan kebenaran. Ia memilih jalan aman. Mungkin Pilatus juga merasa iri kepada Yesus, sebab ia tidak mampu seperti Yesus, yang tetap tenang dan kokoh memegang kebenaran. Kedengkian memang membuat akal sehat tidak berfungsi dengan baik. Kedengkian membuat orang menghalalkan segala cara demi ambisi. Dalam bentuk ekstrem, kedengkian bisa mematikan. Seperti yang dialami Yesus: Ia menjadi korban kedengkian massa, para pemuka agama, dan politisi.

Sahabat, dengki adalah penyakit hati. Kedengkian akan merusak diri sendiri sekaligus orang lain. Berbahagialah atas kesuksesan orang lain. Tak perlu iri hati atau dengki. Tumbuhkan budaya apresiatif, baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Yesus telah memberikan diri-Nya sebagai kurban bagi kita, supaya tidak ada lagi korban- korban kedengkian yang baru. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Menyadari bahaya kedengkian menjadi langkah awal untuk kita memutusnya dan menggantikannya dengan budaya apresiasi.

Ayat Pendukung: Yes. 50 :4-9a; Mzm. 31:9-16; Flp. 2:5-11; Mat. 27:11-54
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Tinggal Dalam Kebenaran
    Mazmur 17:1-7, 15
    Tetapi, aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu. (Mazmur 17:15)...
  • Sabar Dalam Proses
    Markus 4:30-34
    Namun, setelah ditaburkan, benih itu tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang...
  • Tetap Tekun dan Berhikmat
    Kejadian 30:37-43
    Demikianlah laki-laki itu menjadi kaya raya, dan ia mempunyai banyak kambing domba, budak perempuan dan laki-laki, unta dan keledai....
  • Berkat Allah Bagi Alam
    Mazmur 65:8-13
    Maka orang-orang yang tinggal di ujung-ujung bumi, kagum akan tanda-tanda mukjizat-Mu; tempat terbitnya pagi dan berlalunya senja. Kaubuat bersorak-sorai....
  • Ikut Menghadirkan Kerajaan Surga
    Matius 13:31-33, 44-52
    “Kerajaan Surga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diaduk ke dalam tepung terigu sebanyak empat puluh liter...