Baik-Baik Saja?

2 Raja-raja 4:18-37

Belum ada komentar 94 Views

Sekarang larilah menemuinya dan katakanlah kepadanya: Apakah engau baik-baik saja? …Apakah anak itu baik-baik juga? Jawab perempuan itu, “Semuanya baik-baik saja!” (2 Raja-raja 4:26)

Apa kabar? “Oh, saya baik-baik saja.” Walaupun terkadang hidup kita sedang tidak baik-baik saja, ketika ditanya kabar, kita sering spontan berujar, “Saya baik-baik saja.” Apakah ini sekadar ungkapan basa-basi? Ataukah dalam ucapan itu terselip keyakinan dan harapan akan kehidupan yang lebih baik?

Menarik membaca kisah perempuan Sunem ketika ia berjumpa dengan Elisa. Melalui pelayanan kasih yang diberikan kepada Elisa, Allah menganugerahkan seorang anak kepadanya di masa tuanya. Hal yang sulit dibayangkan. Sayangnya, anak itu kemudian meninggal, dan perempuan Sunem datang kepada Elisa untuk menyampaikan berita itu. Ketika Elisa menanyakan kabar perempuan Sunem dan keluarganya melalui bujangnya, ia menjawab bahwa semuanya baik-baik saja. Padahal, tidak demikian. Mengapa? Sebab ada keyakinan kuat bahwa melalui Elisa, Allah akan melakukan sesuatu yang tak terduga, sama seperti ketika pertama kali ia berjumpa dengan Elisa. Dan benar, Allah menghidupkan kembali anak itu.

Perempuan Sunem tersebut memiliki keyakinan dan harapan yang kuat akan kehidupan. Ketika hidupnya diperhadapkan dengan kenyataan yang tidak baik-baik saja, ia yakin semuanya akan membaik lagi. Kita pun tentu memiliki pengalaman serupa. Karena itu, saat ditanya kabar, kita dapat menjawab baik-baik saja. Bukan sekadar basa-basi, melainkan cerminan iman dan harapan. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Baik-baik saja? Ya, semua pasti akan baik-baik saja. Sebab Tuhan selalu bekerja untuk mendatangkan kebaikan dalam segala sesuatu.

Ayat Pendukung: 2 Raj. 4:18-37; Mzm. 143; Ef. 2:1-10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Tinggal Dalam Kebenaran
    Mazmur 17:1-7, 15
    Tetapi, aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu. (Mazmur 17:15)...
  • Sabar Dalam Proses
    Markus 4:30-34
    Namun, setelah ditaburkan, benih itu tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang...
  • Tetap Tekun dan Berhikmat
    Kejadian 30:37-43
    Demikianlah laki-laki itu menjadi kaya raya, dan ia mempunyai banyak kambing domba, budak perempuan dan laki-laki, unta dan keledai....
  • Berkat Allah Bagi Alam
    Mazmur 65:8-13
    Maka orang-orang yang tinggal di ujung-ujung bumi, kagum akan tanda-tanda mukjizat-Mu; tempat terbitnya pagi dan berlalunya senja. Kaubuat bersorak-sorai....
  • Ikut Menghadirkan Kerajaan Surga
    Matius 13:31-33, 44-52
    “Kerajaan Surga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diaduk ke dalam tepung terigu sebanyak empat puluh liter...