Ingatan yang Menyembuhkan

Mazmur 143

Belum ada komentar 88 Views

Aku teringat akan hari-hari di masa lampau, aku menuturkan segala pekerjaan-Mu, aku merenungkan perbuatan tangan-Mu. (Mazmur 143:5)

Mengingat bukan sekadar momen nostalgia. Mengingat dapat menjadi momen yang menyembuhkan, apalagi ketika perjalanan hidup bertabur duri. Mengingat saat- saat itu tentu menimbulkan rasa sakit. Namun, dengan mengingat, sesungguhnya kita sedang berproses untuk menyembuhkan luka dalam berelasi.

Daud, dalam mazmurnya, memanggil kembali ingatannya kepada Allah. Sebagai manusia, Daud tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Namun, ia mengenang bagaimana TUHAN mengangkat dirinya. Dia yang tak diperhitungkan justru dinobatkan sebagai raja. Ia jatuh dalam dosa, tetapi Allah mengampuni dan meluputkannya. Hari-harinya di masa lampau sarat dengan kasih setia TUHAN. Dengan mengingat itu, Daud memiliki kekuatan dan pengharapan di masa kini. Allah yang sama pasti akan menolongnya. Allah akan meluputkannya dari musuh-musuh. Ia lelah, tetapi dengan mengingat karya TUHAN di masa lalu, ia dapat bangkit dan terus bergiat.

Saat ini, kita mungkin sedang menghadapi pergumulan. Kita barangkali sedang tidak baik-baik saja. Ada luka dalam berelasi, dan mengingat pengalaman itu bisa membuat kita merasa sakit kembali. Akan tetapi, kita masih ada sampai detik ini. Mengapa? Sebab kita tidak sendiri. Allah hadir dan terus bekerja. Ia menopang kita di masa lalu, masa kini, dan masa depan. Cobalah mengingat kasih setia-Nya. Kita tidak hanya akan sembuh, tetapi juga akan mampu bersyukur. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Ingatan akan kasih setia Tuhan menjadi obat yang manjur, sanggup memulihkan luka dan rasa sakit yang terjadi dalam hidup sehari-hari.

Ayat Pendukung: 1 Raj. 17:17-24; Mzm. 143; Kis. 20:7-12
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Belajar Berkata Benar
    Kejadian 18:13-27
    Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian...
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...