Kristus, Sang Penerobos Batas

Yohanes 4:1-6

Belum ada komentar 84 Views

Lalu sampailah la ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf. (Yohanes 4:5)

Manusia tak pernah bisa lepas dari batasan. Jika kita ingin hidup bebas, justru kita harus selalu memperhatikan batas. Misalnya, batas antara benar dan salah, baik dan buruk. Jika batasan ini kabur, hidup kita akan ngawur dan tidak etis. Batas benar-salah, baik-buruk, atau tepat-tidak tepat, tidak boleh diterobos. Itu adalah batas etika. Namun, sekat pembatas berupa stigma, prasangka negatif berdasarkan suku, gender, golongan, dan agama harus diterobos.

Yesus adalah penerobos batas negatif seperti itu. Dari Yudea ke Galilea, Yesus justru melewati daerah Samaria. Tidak hanya itu, la singgah di Sikhar dan duduk berbincang dengan seorang perempuan Samaria di tepi sumur Yakub. Samaria tidak diakui sebagai bagian dari Israel. Mereka telah kawin campur dan dianggap sebagai orang luar. Mereka dipandang kafir, sehingga harus dijauhi dari pergaulan. “Yang baik tidak mungkin datang dari Samaria,” begitu anggapan umum saat itu. Stigma ini diterobos oleh Kristus. Kebaikan dan kebenaran dapat muncul dari mana saja.

Sahabat, batas-batas etika harus kita perhatikan supaya kita dapat hidup bebas dan bermartabat. Namun, pembatas yang tidak manusiawi, seperti diskriminasi, harus kita terobos. Yesus telah memberikan teladan. la menghendaki semua manusia saling menerima dan berbagi cinta Allah. Cinta Allah harus kita nyatakan dalam relasi kita. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Batas yang membebaskan itu baik. Namun, diskriminasi dan stigma yang membatasi manusia dalam berelasi harus diterobos.

Ayat Pendukung: Kel. 16:27-35; Mzm. 95; Yoh. 4:1-6
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Belajar Berkata Benar
    Kejadian 18:13-27
    Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian...
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...