Perjumpaan Allah dan Manusia

Keluaran 19:19b-25

Belum ada komentar 49 Views

Lalu TUHAN turun ke atas Gunung Sinai, ke puncak gunung itu. Kemudian TUHAN memanggil Musa ke puncak gunung itu, dan Musa naik ke atas. (Keluaran 19:20)

Kita mengenal ungkapan “bertepuk sebelah tangan”. Biasanya, ungkapan ini digunakan untuk menggambarkan cinta yang tak berbalas. Namun, sebenarnya ungkapan tersebut juga dapat digunakan untuk hal-hal lain. Segala sesuatu yang baik tetapi tidak direspons secara sepadan dapat digambarkan dengan ungkapan ini.

Perjumpaan Allah dengan Musa digambarkan dengan sangat indah dalam bacaan kita. Allah berkenan turun ke gunung dan mengundang Musa untuk naik ke sana. Perjumpaan itu menjadi gambaran mengenai proses keselamatan yang dikerjakan Allah bagi manusia, serta bagaimana seharusnya manusia meresponsnya. Allah yang Mahasempurna berkenan menyatakan diri-Nya kepada manusia yang berdosa dan terbatas. Tindakan tersebut merupakan wujud kesediaan-Nya untuk merendahkan diri demi manusia. Musa diundang untuk naik ke atas gunung guna menyambut perjumpaan itu. Ini merupakan gambaran mengenai manusia yang menanggapi undangan Allah dengan ketaatan. Hal ini juga menggambarkan perubahan kualitas hidup ke arah yang lebih baik, yang diukur melalui ketaatan dan kekudusan.

Allah di dalam Yesus telah turun menjadi manusia untuk menyelamatkan kita dari kebinasaan dan kehampaan hidup. Marilah kita menyambut-Nya dengan bertekad untuk hidup secara baru. Hidup yang kudus dan taat merupakan ukuran untuk menilai peningkatan kualitas kehidupan kita. Kiranya kasih Allah tidak pernah bertepuk sebelah tangan. [Pdt. Mungki A. Sasmita]

DOA:
Kami ingin selalu merespons undangan-Mu, ya Allah, supaya kualitas hidup kami juga terus Engkau tingkatkan. Amin.

Ayat Pendukung: Kel. 19:9b-25; Mzm. 2; Ibr. 11:23-28
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Belajar Berkata Benar
    Kejadian 18:13-27
    Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian...
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...