Lidah atau Telinga yang Tajam?

Yesaya 50:4-9a

Belum ada komentar 136 Views

Tuhan Allah telah memberikan kepadaku Udah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat kepada orang yang letih lesu. Pagi demi pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. (Yesaya 50:4)

Lidah dan telinga adalah dua dari lima indra manusia yang sangat penting, apalagi bila berkaitan dengan relasi dengan orang lain. Sering kali relasi antarmanusia rusak karena kedua indra tersebut tidak digunakan dengan baik atau tidak dipergunakan secara bertanggung jawab.

Yesaya menyatakan bahwa Allah telah memberinya lidah dan telinga seorang murid. Tentu saja yang dimaksudkan tidak lain adalah murid Allah, dan setiap murid Allah senantiasa mengarahkan telinga dan lidahnya kepada Allah. Ia mendengar apa yang Allah kehendaki. la juga mengucapkan segala sesuatu yang sesuai dengan kehendak Allah. Maka ia pun akan dapat menjadi penyambung lidah Allah. Sangat menarik untuk diperhatikan bahwa yang dipertajam dari seorang murid adalah pendengarannya, bukan lidahnya. Pendengaran yang tajam artinya peka terhadap suara Allah. Dan hanya dengan sikap yang demikian ia akan dimampukan untuk menumbuhkan kekuatan dan pengharapan baru melalui kata-katanya kepada mereka yang letih lesu dan berputus asa.

Mari kita perhatikan diri kita, indra manakah yang lebih tajam? Apakah telinga kita atau lidah kita? Mari kita mempertajam pendengaran kita terhadap suara dan kehendak Allah supaya kita dimampukan untuk melembutkan lidah kita bagi sesama kita. Dengan demikian, kita akan dapat menjadi berkat bagi yang letih dan lesu. [Pdt. Mungki A. Sasmita]

DOA:
Jadikan kami murid-Mu yang tajam pendengarannya terhadap suara-Mu dan lidah yang lembut menyuarakan kehendak-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Yes. 50:4-9a; Mzm. 70; Ibr. 12:1-3; Yoh. 13:21-32
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Belajar Berkata Benar
    Kejadian 18:13-27
    Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian...
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...