Hadiah yang Sempurna

Ayub 1:1-22

Belum ada komentar 103 Views

Jawab Iblis kepada TUHAN, “Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah?” (Ayub 1:9)

Masa Sekolah Minggu bagi kebanyakan anak merupakan masa yang menyenangkan karena mereka sering dilimpahi dengan hadiah. Para guru Sekolah Minggu menyiapkan berbagai hadiah bagi anak-anak yang aktif menjawab pertanyaan, tertib saat ibadah, atau rajin menghafal ayat Alkitab. Namun, apabila tidak mendapat hadiah sama sekali, masihkah anak-anak rajin dan tertib beribadah?

Itulah anggapan Iblis terhadap Ayub. Iblis mempertanyakan, apakah Ayub masih takut akan TUHAN kalau tidak diberkati? Ayub kaya raya, memiliki rumah, ternak, dan bahkan anak-anak yang cakap. Tidak heran bila orang memandang Ayub sebagai orang saleh dan diberkati TUHAN. Namun, suatu waktu malapetaka menghampiri hidupnya. Segala kepunyaannya lenyap seketika, bahkan ia mengalami penyakit kulit yang parah. Namun meski semua kekayaannya lenyap, Ayub tetap sujud menyembah TUHAN, ia tidak berbuat dosa dengan menuduh-Nya melakukan hal yang tidak adil.

Saudara, terkadang pikiran kita pun tak jauh bedanya dengan anak-anak. Kita mengikut Yesus hanya untuk memperoleh berkat- berkat-Nya. Doa-doa kita pun menggambarkan denganjelas motivasi kita mengikut Yesus: “Lindungi keluarga kami; berkati usaha kami”. Padahal seharusnya kita mengikut Tuhan tidak dengan motivasi demikian. Kita ikut Tuhan, terutama karena kita mengasihi Dia, bukan hanya karena ingin berkat-berkat-Nya, sebab la telah memberikan hadiah terbaik, yaitu pengurbanan-Nya bagi kita. Pengurbanan-Nya bagi kita seharusnya telah menjadi hadiah yang sempurna bagi kita. [Pdt. Em. Meitha Sartika]

REFLEKSI:
Keselamatan yang Tuhan berikan adalah hadiah yang sempurna. Mari kita hidup bersyukur melintasi segala keadaan.

Ayat Pendukung: Ayb. 1:1-22; Mzm. 17; Luk. 21:34-22:6
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...
  • Menceritakan Tuhan
    Mazmur 78:1-4, 12-16
    Tidak akan kami sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi akan kami ceritakan kepada generasi yang kemudian. (Mazmur 78:4) Topik apa...