Menghilangkan Stres

Mazmur 120

Belum ada komentar 82 Views

Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN dan la menjawab aku. (Mazmur 120:1)

Apa saja cara yang biasa dilakukan orang untuk menghilangkan stres? Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan, misalnya dengan berwisata ke luar kota, berolahraga, berkumpul dengan teman, mendengarkan musik, atau bahkan menjalani pengobatan medis. Namun, kepada siapakah sesungguhnya kita harus mengadu di dalam tekanan hidup yang kita hadapi?

Bangsa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk. Mereka adalah bangsa pilihan TUHAN, tetapi justru menjadi bangsa yang kerapkali menyimpang dari-Nya. Itulah sebabnya Bangsa Israel kerap dihukum TUHAN. Allah murka karena mereka tidak taat, keras hati, dan sombong. Akan tetapi, pemazmur mengajarkan kepada kita bahwa di dalam kesesakan, selayaknyalah kita datang kepada TUHAN. Banyak pihak yang memberikan tawaran kelegaan, tetapi terkadang tawaran itu menyimpang dari jalan-Nya dan hanya memberi kepuasan sesaat. Oleh karena itulah, pemazmur hanya berseru kepada TUHAN, karena ia tahu bahwa sekalipun Bangsa Israel sudah begitu mengecewakan-Nya, Ia tidak akan meninggalkan umat-Nya. TUHAN tidak akan meninggalkan umat-Nya dalam kesesakan.

Tidak ada orang yang senang hidup dalam kesesakan. Namun, jangan sampai kita mengatasinya dengan cara-cara instan yang menyimpang dari jalan Tuhan. Oleh karena itu, lakukanlah selalu deteksi diri dan orang-orang di sekitar kita. Bila kita merasa hidup begitu menekan, kita harus selalu ingat untuk mengarahkan hati kepada Tuhan dan memohon kelegaan dari-Nya yang memberikan hidup kekal, bukan kepuasan yang fana. [Pdt. Yosafat Simatupang]

DOA:
Ya Tuhan, lepaskan kami dari hal-hal yang menghimpit kami, sebab Engkaulah sumber kelegaan bagi kami. Amin.

Ayat Pendukung: Ezr. 1:1-11; Mzm. 120; 2 Kor. 1:12-19
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...