Kesenangan adalah Sia-sia

Pengkhotbah 2:1-11

1 Komentar 90 Views

…lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin; memang tak ada keuntungan di bawah matahari (Pengkhotbah 2:11)

Ada seorang pemuda yang memiliki ambisi sangat besar. la berusaha sekuat tenaga untuk berprestasi dan mendapat beasiswa studi lanjut. Ia juga memiliki keinginan untuk bekerja di perusahaan asing dengan gaji besar supaya ia bisa memiliki apartemen. Ia membanting tulang untuk meraih sukses yang ia inginkan. Namun tiba-tiba ibu yang ia kasihi mengalami sakit parah lalu meninggal dunia. Pemuda itu merasa kecewa dan berpikir bahwa apa yang ia upayakan menjadi sia-sia jika ia tidak memiliki kesempatan untuk membahagiakan ibunya yang telah membesarkan dia.

Penulis Kitab Pengkhotbah adalah Raja Salomo yang dikenal sebagai raja yang berhikmat. Namun pada kenyataannya kehidupan Raja Salomo takjauh berbeda dengan raja-raja lainnya. Ia berusaha mencari kesenangan hidup dengan mendirikan rumah-rumah, membeli banyak budak, mempunyai banyak selir, memiliki ternak melebihi siapa pun, serta mengumpulkan emas dan perak. Namun setelah ia berjerih lelah, ia melihat bahwa semua itu hanyalah kesia- siaan dan usaha menjaring angin, tidak bermakna apa-apa. Ia sadar bahwa pada akhirnya orang akan mati dan meninggalkan semua miliknya untuk orang lain yang tidak berjerih lelah sedikit pun.

Banyak orang memiliki target dalam hidup yang diharapkan dapat mendatangkan kepuasan bagi dirinya, seperti prestasi, harta, atau kedudukan. Namun apakah semua itu akan memuaskannya dan apakah ia sendiri yang akan menikmatinya? Adalah anugerah Tuhan apabila kita dapat menikmati jerih payah kita, karena tanpa memahami kehendak Tuhan, semuanya sia-sia saja. [Pdt. Melani Ajub Egne]

REFLEKSI:
Yang penting bukanlah sekadar bisa mengumpulkan harta dan segalanya, melainkan apakah saya diperkenan Tuhan untuk dapat menikmatinya?

Ayat Pendukung: Pkh. 1:1-11; Mzm. 29; 1 Kor. 2:1-10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

1 Comment

  1. Manusun S

    Terima kasih atas renungan yang indah ini. Tuhan Yesus memberkati

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Munafik atau Utuh?
    Matius 23:13-28
    Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farsi, hai Kamu orang-orang munafik karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Surga di...
  • Yang Dipandang Hina Namun Berharga
    Yosua 2:1-14
    Yosua bin Nun dengan diam-diam mengutus dari Sitim dua orang pengintai, katanya, “Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan Kota Yerikho.”...
  • Berseru Kepada Tuhan
    Mazmur 107:1-7, 33-37
    Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan Ia melepaskan mereka dari kesusahan mereka. (Mazmur 107:6) Ada banyak...
  • Ke Mana Hati Kita Melekat?
    Matius 19:16-22
    Kata Yesus kepadanya, “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, dan...
  • Apa Yang Terpancar Dari Wajah Kita?
    Keluaran 34:29-35
    Lalu Musa turun dari Gunung Sinai dengan kedua loh hukum di tangannya. Ketika turun dari gunung itu, ia tidak...