Bagai Induk Ayam

Lukas 13:31-35

Belum ada komentar 87 Views

“Yerusalem, Yerusalem, yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadanya! Berkali-kali Aku ingin mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya….” (Lukas 13:34)

Ada kisah tentang sebuah rumah yang terbakar, dan penghuninya menemukan seekor induk ayam yang hangus terbakar. Ternyata di bawah sayapnya terdapat anak-anak ayam yang selamat. Induk ayam tersebut rela mati demi anak- anaknya. Kristus pun bagaikan induk ayam yang mengasihi dan mengumpulkan anak-anaknya yang tercerai-berai.

Penyebutan diri-Nya sebagai “induk ayam” menggambarkan diri Kristus secara feminine, di tengah banyaknya gambaran tentang Tuhan yang cenderung bersifat maskulin. Gambaran tentang Allah memang seharusnya melampaui batasan gender. la adalah Allah Trinitas sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Hakikat diri Allah adalah kasih (1 Yoh. 4:8, 16). Bapa mengasihi Anak dan Roh Kudus, dan sebaliknya sehingga menjadi kasih perikhoresis, yaitu yang saling mendiami, tetapi tidak tercampur. Itu sebabnya Allah mampu mengasihi realitas ciptaan di luar diri-Nya. Di dalam Kristus, yaitu melalui salib, Allah mengasihi manusia dengan mengurbankan diri-Nya.

Setiap orangtua adalah induk yang melindungi dan menjaga keselamatan anak-anaknya. Kebutuhan akan kasih, pendidikan, dan pembentukan kepribadian perlu dipenuhi. Anak-anak yang kita asuh harus diajar untuk berlindung dalam naungan kasih Kristus. Janganlah mengutamakan prestasi duniawi sehingga mengabaikan pendidikan iman agar anak-anak dapat bertumbuh dan melayani Kristus dengan segenap hati. [Pdt. Yohanes Bambang Mulyono]

DOA:
Ya Kristus, berilah kami hati-Mu agar mampu mendidik dan mengasuh anak-anak kami untuk bersandar dalam naungan sayap-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Yes. 66:7-11; Mzm. 80:1-7; Luk. 13:31-35
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • MENCLA-MENCLE
    Matius 16:21-28
    “… sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Matius 16:23c) “Mencla-mencle” adalah istilah...
  • Terima Kasih
    Matius 8:14-17
    …Ia pun bangun dan melayani Dia. (Matius 8:15b) Ada dua kata yang diajarkan oleh orangtua ketika kita masih kecil,...
  • Menahan Kejahatan
    2 Tesalonika 2:7-12
    Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan….(2 Tesalonika 2:7a) Kemudahan dalam memperoleh akses...
  • IMITASI
    Efesus 5:1-6
    Sebab itu, sebagai anak-anak yang terkasih, teladanilah Allah. (Efesus 5:1) Seorang anak cenderung meniru perilaku orangtuanya. Proses ini dikenal...
  • Cinta Dan Pengorbanan
    Matius 26:6-13
    “Untuk apa pemborosan ini?” (Matius 26:8b) Ungkapan “cinta perlu pengorbanan” sering digunakan untuk menggambarkan bukti cinta yang sejati. Secara...