Menumpukkan Bara Api

Roma 12:17-21, 13:8-10

Belum ada komentar 133 Views

Tetapi, “Jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu membuat dia malu seperti menumpukkan bara api di atas kepalanya.” (Roma 12:20)

Revenge is sweet (balas dendam itu manis) adalah sebuah istilah yang menggambarkan bahwa balas dendam kepada orang yang menyakiti kita itu memuaskan. Namun benarkah balas dendam memang semanis itu, atau justru menimbulkan rasa pahit yang menggelisahkan? Jika demikian apa bedanya kita dengan mereka yang berbuat jahat?

Rasul Paulus mengingatkan tentang kasih yang harus terwujud bagi sesama manusia, termasukjuga bagi musuh kita. Daripada memukul genderang perang, Tuhan menghendaki kita mengupayakan jalan perdamaian dengan tetap menunjukkan perbuatan baik bagi musuh kita. Jika ia lapar, berilah ia makan;jika ia haus, berilah ia minum. Dengan perbuatan baik itu, kita “menumpukkan bara api” di atas kepalanya. Kalimat tersebut jangan disalahartikan secara harafiah bahwa kita membakar kepala musuh. Arti dari kalimat itu adalah ritual pertobatan. Nabi Yesaya pernah diberikan “bara api” oleh malaikat di mulutnya sebagai perlambang penyucian dosa. Maka artinya, saat kita membalas perlakuanjahat musuh dengan kasih, kita sedang menunjukkan pada dia tentang dosanya yang harus ditobatkan, sekaligus kasih yang menyucikan dendam kita menjadi pengampunan.

Dunia memang terbiasa dengan balas dendam, tetapi hal itu bukanlah standar kasih yang Tuhan ajarkan. Kasih yang kita perjuangkan justru menyucikan dendam dan amarah menjadi sejahtera di tengah dunia yang tidak ramah ini. Kita perlu terus menerus memperjuangkan kasih yang mengalahkan musuh dengan perbuatan baik, bukan dengan kekerasan. [Pdt. Daniel Kristanto Gunawan]

REFLEKSI:
Mari uji niat kita untuk membalas musuh, apakah itu dari hati yang penuh kasih atau egoisme kita? Manakah yang lebih membawa damai sejahtera dalam hidup?

Ayat Pendukung: Rut 2:15-23; Mzm. 18:20-30; Rm. 12:17-21; 13:8-10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...
  • Akulah Domba-Nya, Itu Cukup Bagiku
    Mazmur 23
    TUHANlah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mazmur 23:1) Domba tidak khawatir akan jalan yang ditempuhnya karena ia percaya kepada sang...
  • Mukjizat Terbesar
    Yohanes 21:1-14
    Kata Yesus kepada mereka, “Marilah dan sarapanlah.” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya, “Siapakah Engkau?”...
  • Memilih Hikmat, Memilih Kehidupan
    Amsal 8:32 - 9:6
    “Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan kepadanya. Tetapi, siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang...