Satu Jam Saja

Wahyu 18:11-20

Belum ada komentar 131 Views

“Celaka, celaka, kota besar, tempat semua orang yang mempunyai kapal di laut, telah menjadi kaya oleh barangnya yang mahal, sebab dalam satu jam saja ia sudah binasa.” (Wahyu 18:19)

Sebagai umat Allah yang masih ada dalam dunia kita tidak luput dari tekanan, godaan, rayuan yang datang dari gaya hidup yang kita hidupi. Kita berhadapan dengan sekularisasi, gaya hidup hedonisme, materialisme, relativisme dan sebagainya. Bagaimana kita bisa bertahan dalam situasi dan tantangan tersebut?

Wahyu 17 berbicara mengenai Babel yang bebal akan dihancurkan, maka pasal 18 merupakan kumpulan seruan atau tangisan dan nyanyian celaka akan kehancuran Babel. Semua keagungan dan kekuatan kota yang dahsyat itu dihancurkan Allah hanya “satu jam saja” (ayat 19). Singkatnya penghancuran itu menunjukkan bahwa hanya Allah saja yang sungguh-sungguh “kuat” bukan kuasa dunia mana pun. Firman ini mengingatkan orang Kristen agar tidak menduniawi meski masih hidup dalam dunia ini. Juga tidak putus asa karena konsekuensi tekanan terhadap sikap memelihara kerohanian iman dan etika hidup Kristen. Kesadaran status kita yang mulia yang Allah anugerahkan seharusnya mencegah kita kompromi dengan dunia.

Sebagai pengikut Kristus kita memang harus tinggal dalam dunia ini bahkan diutus sebagai saksi-Nya. Maka dalam terang pemaparan eskatologis ini, panggilan kita adalah hidup kudus dan bersukacita terus dalam kesucian dan kemuliaan Allah. Ingat kita tidak bisa main-main dengan segala hal yang membuat kita jauh dari Allah. [Pdt. Agus Gunawan]

REFLEKSI:
Tuhan tidak menghendaki kita memusuhi dunia, melainkan diutus sebagai saksi-Nya di tengah dunia. Muliakanlah Allah dalam pikiran, perkataan dan tindakan kita.

Ayat Pendukung: Yer. 19:1-15; Mzm. 62:5-12; Why. 18:11-20
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...
  • Akulah Domba-Nya, Itu Cukup Bagiku
    Mazmur 23
    TUHANlah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mazmur 23:1) Domba tidak khawatir akan jalan yang ditempuhnya karena ia percaya kepada sang...
  • Mukjizat Terbesar
    Yohanes 21:1-14
    Kata Yesus kepada mereka, “Marilah dan sarapanlah.” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya, “Siapakah Engkau?”...
  • Memilih Hikmat, Memilih Kehidupan
    Amsal 8:32 - 9:6
    “Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan kepadanya. Tetapi, siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang...