POHON KEHIDUPAN

Amsal 3:13-18

Belum ada komentar 185 Views

Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia. (Ams. 3:18)

Karakteristik pohon biasanya ditentukan dari manfaat yang dihasilkan. Sebatang pohon disebut sebagai pohon mangga karena menghasilkan buah mangga. Sebuah tanaman disebut sebagai tanaman singkong karena menghasilkan singkong, yang merupakan bagian akar pohon tersebut. Sebatang pohon besar diberi nama pohon jati karena menghasilkan batang kayu jati untuk perabotan. Lantas, apa yang dimaksud penulis Amsal dengan pohon kehidupan?

Dengan menggunakan logika yang sama, pohon kehidupan dimaknai sebagai pohon yang menghasilkan kehidupan. Gambaran inilah yang disematkan penulis Amsal kepada orang- orang yang memiliki hikmat. “Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya” (Ams. 3:18a). Artinya, orang-orang berhikmat selalu memberikan dampak dan manfaat yang positif bagi orang-orang di sekitarnya. Kehadirannya tidak menjadi toxic untuk orang lain. Justru, melalui kehadirannya, orang-orang bisa bertumbuh, merasakan ketenangan, dan bersemangat untuk melanjutkan hidup. Ia seperti pohon yang secara alamiah menghasilkan buah yang tidak dinikmati dirinya sendiri.

Inilah gambaran Amsal tentang orang berhikmat. Waspada jika kita merasa diri berhikmat hanya karena status, kecerdasan, dan pengalaman yang kita miliki lebih tinggi dari orang lain. Orang yang berhikmat justru tidak pernah merasa dirinya berhikmat karena ia selalu sibuk bertumbuh dan berbuah selaku pohon kehidupan. [Pdt. Hizkia Anugrah Gunawan]

REFLEKSI:
Orang-orang berhikmat selalu haus untuk bertumbuh dan menghasilkan buah bagi kehidupan sesama.

Ayat Pendukung: Mzm. 102:2-18; Ams. 3:13-18; Yoh. 8:31-38
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kekuatan Kelembutan Hati
    Matius 12:15-21
    Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan keadilan...
  • Allah Memulihkan Relasi Yang Rusak
    Kejadian 33:1-17
    Tetapi, Esau berlari mendapatkan dia, mendekapnya, memeluk lehernya, lalu diciumnya dia. Mereka pun bertangis-tangisan. (Kejadian 33:4) Sarah sedang membereskan...
  • Keajaiban Allah Dalam Diriku
    Mazmur 139:13-18
    … Betapa ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. (Mazmur 139:14) Pagi itu, Geybie menyuapi putrinya, Holly. Ia...
  • Bercahaya Dalam Kerajaan Bapa
    Matius 13:24-30, 36-43
    Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam kerajaan Bapa mereka. (Matius 13:43a) Di sebuah kota, hidup...
  • Jujur Dan Berintegritas
    Matius 7:15-20
    Jadi, dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. (Matius 7:20) Pak Budi, seorang pengusaha kecil, duduk di meja kerjanya. Pikirannya...