POHON KEHIDUPAN

Amsal 3:13-18

Belum ada komentar 197 Views

Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia. (Ams. 3:18)

Karakteristik pohon biasanya ditentukan dari manfaat yang dihasilkan. Sebatang pohon disebut sebagai pohon mangga karena menghasilkan buah mangga. Sebuah tanaman disebut sebagai tanaman singkong karena menghasilkan singkong, yang merupakan bagian akar pohon tersebut. Sebatang pohon besar diberi nama pohon jati karena menghasilkan batang kayu jati untuk perabotan. Lantas, apa yang dimaksud penulis Amsal dengan pohon kehidupan?

Dengan menggunakan logika yang sama, pohon kehidupan dimaknai sebagai pohon yang menghasilkan kehidupan. Gambaran inilah yang disematkan penulis Amsal kepada orang- orang yang memiliki hikmat. “Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya” (Ams. 3:18a). Artinya, orang-orang berhikmat selalu memberikan dampak dan manfaat yang positif bagi orang-orang di sekitarnya. Kehadirannya tidak menjadi toxic untuk orang lain. Justru, melalui kehadirannya, orang-orang bisa bertumbuh, merasakan ketenangan, dan bersemangat untuk melanjutkan hidup. Ia seperti pohon yang secara alamiah menghasilkan buah yang tidak dinikmati dirinya sendiri.

Inilah gambaran Amsal tentang orang berhikmat. Waspada jika kita merasa diri berhikmat hanya karena status, kecerdasan, dan pengalaman yang kita miliki lebih tinggi dari orang lain. Orang yang berhikmat justru tidak pernah merasa dirinya berhikmat karena ia selalu sibuk bertumbuh dan berbuah selaku pohon kehidupan. [Pdt. Hizkia Anugrah Gunawan]

REFLEKSI:
Orang-orang berhikmat selalu haus untuk bertumbuh dan menghasilkan buah bagi kehidupan sesama.

Ayat Pendukung: Mzm. 102:2-18; Ams. 3:13-18; Yoh. 8:31-38
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Jalan Alternatif
    Keluaran 14:1-18
    “TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu berdiam diri saja.” (Keluaran 14:14) Dalam kehidupan, kadang kita harus menempuh jalan...
  • ALAM: Lukisan Keajaiban Tuhan
    Mazmur 114
    Gemetarlah, hai bumi, di hadapan TUHAN, di hadapan Allah Yakub, yang mengubah gunung batu menjadi kolam air, dan batu...
  • BERBUAH
    Matius 21:18-22
    Di pinggir jalan la melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi la tidak menemukann apa-apa pada pohon itu...
  • Menghargai Proses
    Keluaran 12:29-42
    Malam itulah TUHAN berjaga-jaga untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Itulah juga malam untuk semua orang Israel turun...
  • Tuhanlah Penjagaku
    Mazmur 121
    TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. (Mazmur 121:5) Penulis pernah melawat seorang oma yang berusia hampir sembilan...