MEMPERSETANKAN

Matius 9:27-34

Belum ada komentar 71 Views

Tetapi orang Farisi berkata: “Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.” (Mat. 9:34)

“Persetan!” adalah ungkapan sederhana yang digunakan orang untuk menyatakan ketidakpedulian terhadap sesama manusia atau apa pun.

Teks Alkitab hari ini menjadi contoh bagaimana orang Farisi mempersetankan bukan saja yang Yesus lakukan, melainkan Yesus sendiri. Pada masa itu orang-orang yang buta atau bisu biasanya dijauhi masyarakat sebab mereka dianggap berdosa. Tidak ada tempat bagi mereka dalam kehidupan sosial yang membuat mereka diperlakukan sebagai sesama. Tidak demikian halnya dengan Yesus. Ia menerima dan menyembuhkan mereka dari belenggu kesakitan, belenggu setan yang telah membuat mereka diasingkan oleh masyarakat. Namun, orang Farisi yang memang membenci Yesus tidak mau menerima hal itu dan justru menuduh Yesus melakukan penyembuhan dengan kuasa setan. Mereka mempersetankan Yesus.

Ketidakpedulian adalah hal yang sangat berbahaya dalam kehidupan manusia. Kita mudah sekali melihat ketidakpedulian terjadi di sekitar kita. Semoga kita tak menjadi satu di antaranya. Orang membuang sampah sembarangan, tak mematuhi aturan lalu lintas, abai terhadap kesulitan orang lain, tidak menjalankan perintah dan ketetapan Tuhan yang sudah kita terima. Semua itu dapat terjadi dan bukan tidak mungkin kita lakukan dengan begitu saja seolah sudah biasa. Mari kita periksa diri kita masing- masing: Apakah kita sudah menjadi orang yang peduli atau masih suka mempersetankan? [Jan Calvin Pindo, S. Th]

REFLEKSI:
Mempersetankan segala sesuatu, termasuk Tuhan, dapat menjadi awal kehancuran kita.

Ayat Pendukung: Mzm. 146; Yes. 60:17-22; Mat. 9:27-34
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Apa Yang Engkau Kehendaki?
    Matius 20:17-28
    Kata Yesus, “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya, “Nyatakanlah supaya kedua anakku ini duduk di dalam Kerajaan-Mu, seorang di sebelah kanan-Mu...
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...