Tuhan Bagi Yang Pedih Hati

Ratapan 1:16-22

Belum ada komentar 404 Views

“… banyaklah keluh kesahku, dan pedih hatiku.” (Rat. 1:22)

Kesedihan adalah hal biasa. Namun, penulis Kitab Ratapan mengungkapkan kepedihan. Kepedihan terjadi akibat tekanan bertubi, dan tidak berasal dari ulah orang lain. Pengalaman itu menyebabkan luka. Luka itu meninggalkan rasa perih di permukaan dan pedih di dalam batin. Peristiwa sangat menyakitkan berlalu, tetapi kepedihan tidak cepat hilang.

Penulis Kitab Ratapan mempersaksikan kepedihannya; ketika menangis, tidak ada penghibur. Yerusalem menjadi najis karena melawan TUHAN, tetapi tidak ada yang menolongnya. Pembela Yerusalem telah menjadi tawanan ke negeri asing. Ia memohon pertolongan kekasih-kekasihnya, tetapi mereka malah memperdayanya. Para imam dan tua-tua mati kelaparan. Semua dialami oleh karena kejahatan orang sekitar. Penulis Kitab Ratapan adalah orang terluka.

Seseorang terluka oleh karena ketiadaan orang lain yang menerima keberadaannya. Misalnya, orang ditolak karena orientasi seksualnya. Padahal, keberadaannya terlahir demikian; perjalanan hidup akibat keterpaksaan; atau dibuat demikian. Bukan ulahnya. Namun, ia menanggung akibatnya. Banyak orang terluka di sekitar kita, mungkin kita termasuk di dalamnya. Ada banyak alasan orang terluka meninggalkan Tuhan. Namun, dalam kondisi pedih itu firman Tuhan mengajarkan agar penulis Kitab Ratapan, mewakili orang terluka, tetap bersama Tuhan. Tuhan selalu bersama orang terluka. Kristus yang bangkit adalah juga Allah yang terluka. [Pdt. (Em.) Rasid Rachman]

DOA:
Ya Tuhan, kami yang terluka merindukan dekapan-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 137; Rat. 1:16-22; Yak. 1:2-11
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Menjadi Bagian Dari Solusi
    Yohanes 9:1-41
    Jawab Yesus, “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan di dalam dia.” (Yohanes 9:3)...
  • Harapan Di Tengah Krisis
    Yohanes 1:1-9
    Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. (Yohanes 1:9) Krisis selalu memiliki dua sisi....
  • Konsekuensi Ketidaktaatan
    1 Samuel 15:22-31
    Tetapi, kata Samuel kepada Saul, “Aku tidak mau kembali bersamamu, sebab engkau telah menolak firman TUHAN, maka TUHAN pun...
  • Gada dan Tongkat Yang Meneguhkan
    Mazmur 23
    Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu itulah yang meneguhkan...
  • Memuliakan Allah
    Yohanes 7:14-31, 37-39
    Siapa yang berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi siapa yang mencari hormat bagi Dia...