Tuhan Hartaku Satu-Satunya

Ratapan 3:19-26

Belum ada komentar 1074 Views

“TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. (Rat. 3:24)

Apa yang kita yakini dan nilai paling berharga dalam hidup akan selalu menjadi yang paling utama dan paling menguasai pikiran dan hati kita. Cara kita bersikap dan bertindak pun akan terpengaruh besar karenanya. Apa yang kita genggam dengan kuat dalam hidup akan mencengkeram kita juga pada akhirnya.

Sebagaimana judulnya, Kitab Ratapan berisi ratapan umat Israel kepada Allah selama dan sesudah Yerusalem hancur. Yeremia dengan jujur mengakui betapa rentannya hidup ini. Kesusahan, kehilangan dan penderitaan dapat terjadi sewaktu- waktu. Umat telah keliru mengambil pilihan dan sikap hidup dengan mengabaikan nasihat Allah. Meskipun demikian, ada satu harta berharga yang tetap dimiliki dan digenggam, yaitu kenyataan kehadiran Allah yang kuasa kasih-Nya tidak pernah berubah bagi umat-Nya; sampai kapan pun dan dalam keadaan apa pun. Kehadiran dan kesetiaan Allah menghadirkan hari baru yang selalu menumbuhkan pengharapan.

Sudah sekitar tiga tahun sejak dunia dilanda pandemi Covid-19. Beragam peristiwa hidup kita alami dan saksikan. Terjadi perubahan yang tiba-tiba; muncul kebiasaan-kebiasaan baru yang kita tekuni. Juga, pertanyaan-pertanyaan yang masih kita cari jawabannya. Namun, biarlah tetap ada dalam jiwa kita kesediaan untuk berbisik dengan lembut dan lega seperti yang dilakukan Yeremia, “Tuhan adalah hartaku satu- satunya. Karena itu, aku berharap kepada-Nya.” [Pdt. Essy Eisen]

REFLEKSI:
Apa yang menjadi harta satu-satunya bagi hidup kita?

Ayat Pendukung: Rat. 3:19-26; Yer. 52:1-11; Why. 2:8-11
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kuasa-Nya Menyembuhkan
    Lukas 6:12-19
    Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu....
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...