Janjinya Menghidupkan Kita

Mazmur 119:49-56

Belum ada komentar 383 Views

Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku. (Mzm. 119:50)

Semua orang pernah mengalami sengsara. Namun, tidak semua orang yang sengsara berakhir dalam malapetaka. Orang dapat bangkit dari kesengsaraan karena menerima nasihat serta penghiburan yang tepat dan sehat. Sebaliknya, janji serta nasihat yang palsu dan semu hanya akan melahirkan derita dan sengsara baru yang tiada berakhir.

Pemazmur tetap berpengharapan kepada Allah. Sewaktu menderita, ia ingat kepada janji Allah yang memberikan kehidupan. Walaupun orang-orang di sekitarnya acap mencemoohnya karena sikap iman yang dipilihnya, ia tetap taat pada pengajaran kasih Allah. Kasih Allah itu ia imani nyata di sepanjang hidupnya. Apa pun kepedihan yang dialaminya, pemazmur tetap yakin pengajaran kasih Allah itu baik, benar dan indah. Ia tidak mau tersesat. Ia terus meniti jalan yang membawa pada kedamaian sejati dalam kasih Allah.

Memberi janji itu mudah, tetapi menepati janji itu susah. Kita maklum dan menerima bahwa setiap orang punya kelemahan dan keterbatasan. Karena itu, mesti hati-hati saat mendengar janji dari orang lain. Namun, Allah berbeda. Kuasa kasih dan pemeliharaan-Nya terbukti di segala abad dan tempat. Jika Allah sudah menyatakan janji-Nya, Ia pasti akan menepatinya. Kenyataan inilah yang menjadi kekuatan iman kita. Kesengsaraan hidup yang kita tempuh dalam ingatan akan janji Allah, tidak akan mematikan asa kita. Allah tidak pernah meninggalkan kita. Itu janji-Nya. [Pdt. Essy Eisen]

REFLEKSI:
Apa isi janji Allah yang tetap kita pegang selalu?

Ayat Pendukung: Mzm. 119:49-56; Yer. 32:36-44; Yak. 5:1-6
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Harapan Di Tengah Krisis
    Yohanes 1:1-9
    Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. (Yohanes 1:9) Krisis selalu memiliki dua sisi....
  • Konsekuensi Ketidaktaatan
    1 Samuel 15:22-31
    Tetapi, kata Samuel kepada Saul, “Aku tidak mau kembali bersamamu, sebab engkau telah menolak firman TUHAN, maka TUHAN pun...
  • Gada dan Tongkat Yang Meneguhkan
    Mazmur 23
    Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu itulah yang meneguhkan...
  • Memuliakan Allah
    Yohanes 7:14-31, 37-39
    Siapa yang berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi siapa yang mencari hormat bagi Dia...
  • Selagi Masih Siang
    Kejadian 29:1-14
    Lalu kata Yakub, “Hari masih siang, belum waktunya untuk mengumpulkan ternak. Berilah minum kambing dombamu itu, kemudian pergilah mengembalakannya...