Orang Lebih Penting Ketimbang Barang

Lukas 16:1-13

Belum ada komentar 165 Views

Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. (Luk. 16:8)

Biasanya, akar dari masalah relasi antara suami istri, anak dan orang tua, saudara dengan saudara ialah harta benda. Dari situ kemudian dapat berkembang cabang-cabang masalah lainnya, seperti sakit hati, iri, benci, dendam sampai kekerasan. Namun, jika digali, kecenderungannya adalah pementingan harta benda.

Tuhan Yesus menceritakan bahwa si bendahara yang tidak jujur itu dipuji oleh tuannya. Demi menyelamatkan dirinya sesudah dipecat, ia berinisiatif membangun relasi baik dengan para mantan kliennya. Ia tidak lagi mementingkan harta benda. Yang menjadi target barunya ialah hubungan baik dengan pribadi-pribadi. Kalau dulu mungkin ia melihat kliennya sebatas nama dan sumber keuntungan semata, kini mereka menjadi pribadi yang berharga baginya dalam membangun ulang kehidupannya.

Kapan terakhir kali kita begitu mementingkan harta benda sehingga mengabaikan kehadiran pribadi-pribadi yang Allah tempatkan dalam hidup kita? Hati-hati! Jika harta benda menjadi lebih penting ketimbang penghargaan dan relasi pada pribadi-pribadi, jangan-jangan kita sedang menyembah Mamon. Ingatlah bahwa Allah tidak pernah menciptakan harta benda. Allah menciptakan pribadi-pribadi. Harta benda adalah ciptaan manusia dan seharusnya tetap menjadi alat yang tidak memperalat diri kita. Jangan sampai kita kehilangan kasih dan perhatian yang nyata bagi sesama ciptaan Allah gara-gara harta benda. [Pdt. Essy Eisen]

REFLEKSI:
Apakah kita mau menyembah Allah dengan mengutamakan perhatian kepada pribadi-pribadi ketimbang benda-benda?

Ayat Pendukung: Yer. 8:18-9:1; Mzm. 79:1-9; 1Tim. 2:1-7; Luk. 16:1-13
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • SIAPAKAH AKU?
    Matius 16:13-20
    Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” (Matius 16:15) Saat ini, media sosial telah menjadi salah...
  • Ragi Farisi Dan Saduki
    Matius 16:5-12
    Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa Ia berbicara bukan supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang...
  • Berbakti Kepada Orangtua
    Kejadian 49:29-50:14
    Anak-anak Yakub melakukan baginya, seperti yang dipesankannya kepada mereka. (Kejadian 50:12) Salah satu bentuk penghormatan dan bakti seorang anak...
  • VOTUM
    Mazmur 124
    Pertolongan kita dalam nama TUHAN, yang menciptakan langit dan bumi. (Mazmur 124:8) Pada umumnya, ibadah dimulai dengan pengucapan votum....
  • Aku Mau, Aku Akan Datang
    Matius 8:1-13
    “Aku mau, jadilah tahir … Aku akan datang menyembuhkannya.” (Matius 8:3a, 7b) “Pak Pendeta, saya sudah tekun berdoa. Bahkan,...