Pilih Untuk Menyelamatkan

Lukas 6:6-11

Belum ada komentar 103 Views

“Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?” (Luk. 6:9)

Jika Anda dihadapkan pada pilihan yang sulit —ibarat makan buah simalakama: kalau dimakan bapanya mati, enggak dimakan ibunya mati— bagaimana Anda akan memilih; apa yang akan Anda pilih? Beda kalau salah satu pilihannya menguntungkan Anda, tentu akan lebih mudah membuat pilihan. Misalnya, kalau bertindak pasti dianggap salah, tetapi kalau diam saja akan selamat. Pasti Anda memilih untuk diam agar selamat, bukan?

Tuhan Yesus tidak memilih hal yang menyelamatkan diri- Nya, melainkan memilih apa yang dapat menyelamatkan orang lain, meskipun itu mendatangkan kesulitan bagi diri-Nya. Hal ini terbukti ketika pada suatu hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat untuk mengajar, sementara ahli-ahli Taurat dan orang- orang Farisi mengamat-amati-Nya, bersiap mencari celah dan alasan untuk mempersalahkan Dia. Yesus mengetahui pikiran mereka. Namun, alih-alih menghindar, Yesus justru menyuruh orang yang mati tangan kanannya berdiri di tengah, kemudian mengajukan pertanyaan, “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat?” Selanjutnya,
Yesus menyuruh orang sakit itu mengulurkan tangannya dan sembuhlah ia.

Yesus memilih untuk menyelamatkan orang lain, bukan diri-Nya, meski Ia makin tidak disukai dan dibenci. Bagaimana dengan kita? Pilihan selalu muncul dalam hidup ini. Beranikah kita mengambil pilihan yang tak menguntungkan kita, tetapi menyelamatkan orang lain? [Pdt. Melani Ajub]

DOA:
Ya Tuhan, tolong kami untuk tidak sekadar mengambil pilihan mudah, melainkan yang menyelamatkan orang. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 10; Yer. 7:27-34; Luk. 6:6-11
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kuasa-Nya Menyembuhkan
    Lukas 6:12-19
    Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu....
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...