Jangan Keras Kepala

Belum ada komentar 101 Views

“Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.” (Kis. 7:51)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), keras kepala berarti tidak mau menurut nasehat orang; tegar tengkuk; kepala batu. Dari sisi psikologi, keras kepala berarti sikap seseorang yang menolak mengubah pendiriannya. Orang yang keras kepala memiliki prinsip, saya tidak akan berubah, Anda pun tidak bisa memaksa saya untuk berubah. John Sung, seorang penginjil, pun pernah mengeraskan hati tidak mau mendengar suara Roh Kudus, sebelum akhirnya bersedia mengikuti panggilan Tuhan. Pergumulan batin yang hebat sempat mengganggu kestabilan jiwanya, mengakibatkan ia harus berada di rumah sakit jiwa selama 7 bulan. Akhirnya, ia pun menerima dan menaati panggilan Tuhan untuk menyebarkan Injil di Asia, termasuk di Indonesia.

Bangsa Yahudi sering disebut sebagai bangsa yang degil hati, tegar tengkuk. Istilah tersebut serupa artinya dengan keras kepala. Stefanus pun menegur para imam kepala sebagai orang- orang yang keras kepala. Mereka menutup telinga sehingga tidak mendengar Injil dengan benar. Mereka mengeraskan hati dan tidak mau menerima bahwa Kristus berkorban bagi mereka.

Bagaimana dengan kita? Adakalanya, kita juga bersikukuh dengan pendirian kita, bukan? Kita mengabaikan suara Roh Kudus yang hendak menyadarkan kita. Saat itu terjadi, kita mendukakan Roh Kudus yang hendak mengajarkan kepada kita apa yang harus kita lakukan. Juga, menjauhkan berkat dan anugerah Tuhan dari kehidupan kita. Karena itu, janganlah keras kepala! [Pdt. Melani Ajub]

DOA:
Ya Tuhan, tolong agar kami dapat mendengar suara Roh Kudus; tidak mengeraskan hati, melainkan bertindak seturut kehendak-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 74; Yes. 5:24-30; Kis. 7:44-53
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kepada-Mu Aku Percaya
    Mazmur 31:1-5, 15-16
    Tetapi, aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata, “Engkaulah Allahku!” (Mazmur 31:15) Beriman kepada Tuhan bukan berarti tidak...
  • Apa Yang Engkau Kehendaki?
    Matius 20:17-28
    Kata Yesus, “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya, “Nyatakanlah supaya kedua anakku ini duduk di dalam Kerajaan-Mu, seorang di sebelah kanan-Mu...
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...