Tanah Yang Baik

Lukas 8:4-10

Belum ada komentar 65 Views

Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. (Luk. 8:5)

Semua petarung di abad ke-19 gentar pada “Awful Gardner.” Itulah julukan Hezekiah Orville Gardner yang terkenal dengan kebrutalannya. Selain sebagai petarung dan petinju, ia juga dikenal sebagai pemabuk dan penjudi. Namanya sering muncul di surat kabar terkait perkelahian di bar. Suatu kali, setelah dituduh melakukan penyerangan, ia lari ke Kanada dan baru kembali setelah putranya tenggelam. Namun, setelah berpikir bahwa ia tidak akan pernah bisa melihat putranya di Surga jika ia terus hidup seperti itu, ia mulai berubah. Ia bertobat ketika menghadiri kebangunan rohani pada 1857 di New York. Nama “Awful Gardner” tidak lagi dipakainya. Ia bahkan menjadi pengkhotbah yang membuat banyak pendengarnya bertobat.

Perubahan hidup atau pertobatan seseorang memang sering kali sebuah misteri. Perumpamaan Penabur juga memperlihatkan bahwa walaupun benih dan proses penaburan itu dilakukan sama oleh sang penabur, tetapi akibatnya tetap bisa berbeda. Hasilnya tergantung dari kondisi tanah tersebut, yaitu kesiapan dan respons sang penerima itu sendiri. Oleh karena itu, bisa terjadi hasil yang kita harapkan tidak sesuai. Meskipun begitu, penabur tidak boleh putus asa.

Jika kita menabur Injil atau kebaikan, kita tidak boleh putus asa. Meskipun hasilnya belum memuaskan kita, proses penaburan itu tetap harus terus dilanjutkan. Siapa tahu yang berikutnya justru tanah baik yang bisa sangat menghasilkan buah berlipat ganda. [Ibu Yessy Sutama]

REFLEKSI:
Seorang penabur selalu memiliki harapan akan tanah yang baik.

Ayat Pendukung: Mzm. 52; Amos 6:1-14; Luk. 8:4-10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kuasa-Nya Menyembuhkan
    Lukas 6:12-19
    Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu....
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...