Sang Nabi Yang Membumi

2 Raja-raja 6:1-7

Belum ada komentar 53 Views

Lalu berkatalah seorang: “Silakan, ikutlah dengan hamba-hambamu ini.” Jawabnya: “Baik aku akan ikut.” (2Raj. 6:3)

Dalam bahasa Inggris, istilah kerendahan hati diterjemahkan humility yang berasal dari bahasa Latin humilitas (kata benda). Sedangkan dari kata sifatnya, yaitu humilis, bisa diterjemahkan sebagai rendah hati (humble), tetapi juga membumi (grounded), atau dari bumi (from the earth) karena berasal dari kata humus (earth-bumi). Guru-guru besar dunia menganggap kerendahan hati adalah salah satu kebajikan. Bahkan, Confusius pernah berkata, “Kerendahan hati adalah fondasi kukuh dari segala kebajikan.”

Namun, tidaklah mudah untuk memiliki kerendahan hati atau bersikap membumi, khususnya bila kita merasa sebagai orang yang mempunyai kedudukan atau kekuasaan. Biasanya dengan kekuasaan itu, kita seolah merasa mempunyai hak untuk bersikap seenaknya terhadap orang lain dan menyombongkan diri kita sendiri. Namun, tidak demikian dengan Elisa.

Elisa adalah salah satu nabi besar di Israel. Namun, ia tetap rendah hati. Ketika para rekan nabinya mengalami kesulitan dan mengeluh, ia mau mendengarkan mereka. Bahkan, ia juga mau menerima ajakan mereka untuk ikut bersama mereka mencari balok kayu yang akan mereka gunakan untuk membuat tempat tinggal. Elisa juga tidak tinggal diam ketika mata kapak pinjaman mereka terjatuh ke dalam air. Ia membuat mukjizat dan mata kapak itu pun bisa ditemukan kembali. Tidakkah kisah Elisa ini juga mendorong kita, khususnya para pemimpin gereja untuk juga bersikap yang sama? [Ibu Yessy Sutama]

REFLEKSI:
Seorang pemimpin tanpa kerendahan hati hanya akan menjadi tiran yang mengerikan.

Ayat Pendukung: Mzm. 6; 2Raj. 6:1-7; Luk. 10:13-16
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...