Bijak dan Bajik

Lukas 2:41-52

Belum ada komentar 89 Views

Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. (Luk. 2:52)

Kisah tentang orang yang bijak selalu menarik untuk dibaca dan disampaikan berulang-ulang. Di Indonesia, kisah orang bijak yang populer adalah Kabayan. Bijak atau berhikmat adalah kemampuan untuk mengambil keputusan dengan tepat, baik, dan benar.

Teks Alkitab hari ini menunjukkan bahwa Yesus adalah orang yang berhikmat. Ia mampu bersoal jawab dengan para alim ulama di Bait Allah. Ia juga dapat memberikan jawaban yang tepat atas kegundahan orangtua-Nya. Maria, ibu Yesus, juga menunjukkan hikmatnya. Alih-alih berdebat, marah- marah, atau menghukum Yesus yang pergi tanpa pamit, Maria memilih untuk menyimpan semua itu dalam hatinya. Sikap bijak dan bajik Yesus menjadikan-Nya makin disukai banyak orang. Pun Maria ternyata memang layak menerima kebaikan Allah karena kebajikannya. Bijak dan bajik memang seperti dua sisi dari sekeping mata uang yang sama. Dalam kehidupan masa kini, sikap bijak dan bajik sangat sulit ditemukan, bila tak absen sama sekali. Lebih mudah menemukan sikap yang serba emosional, dipenuhi kebencian, atau ketidakpedulian. Sikap-sikap seperti itu sudah barang tentu sangat merugikan hidup bersama.

Beragama mestinya membuat orang menjadi makin bijak dalam mengambil berbagai keputusan. Setiap keputusan itu pada gilirannya menjadi dasar untuk menjalankan kebajikan dalam hidup. Inilah sikap yang seharusnya dimiliki setiap umat Allah. [Jan Calvin Pindo]

DOA:
Tuhan terima kasih untuk kasih-Mu yang mendorong kami agar lebih bijak dan bajik dalam hidup. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 8; Ams. 4:1-9; Luk. 2:41-52
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...