Haleluya atau Halelupa?

Mazmur 104:24-34, 35b

Belum ada komentar 107 Views

Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Haleluya! (Mzm. 104:35)

Puji Tuhan! Ungkapan itu sering muncul ketika orang merasa sangat bahagia, apa pun sebab dan bentuknya. Kata lain dari puji Tuhan adalah haleluya.

Pemazmur mengajak umat untuk menaikkan pujian bagi Tuhan dengan mengingat segala kebaikan-Nya. Bagaimana cara untuk mengingat segala kebaikan Tuhan? Betulkah Tuhan itu baik adanya? Melalui teks Alkitab hari ini, kita diajak untuk mengetahui, mengingat, dan menghayati bahwa Tuhan itu baik adanya. Ia yang mencipta seluruh alam semesta beserta isinya. Ia yang memelihara seluruh ciptaan dengan kebaikan semata-mata. Ia yang menyediakan dan memberikan semua kebutuhan ciptaan-Nya. Bahkan, Ia mengajak ciptaan-Nya bermain. Ini keakraban yang luar biasa antara pencipta dan ciptaan. Hanya pencipta yang baik bersedia untuk ada dekat dengan ciptaannya; merawat dan memelihara. Mereka kenyang oleh kebaikan, kata pemazmur.

Sama seperti jalan yang tak selalu lurus dan mulus, begitu pun dengan kehidupan. Suka dan duka silih berganti mengisi kehidupan. Satu hal yang harus diingat adalah apa pun situasinya tak mengubah kebaikan Tuhan. Ia tetap ada bersama ciptaan-Nya. Dengan fakta ini, jelaslah ajakan pemazmur sangat tepat. Tak ada alasan untuk melupakan kebaikan Tuhan. Tak ada alasan untuk tak memuji Tuhan. Sorakkan haleluya setiap saat. Bukan hanya ketika baik kita berseru haleluya, tetapi bila buruk “halelupa!” [Jan Calvin Pindo]

DOA:
Tuhan, terima kasih untuk setiap kebaikan-Mu yang kami nikmati. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 104:24-34, 35b; Yes. 44:1-4; Gal. 6:7-10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kuasa-Nya Menyembuhkan
    Lukas 6:12-19
    Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu....
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...