Lihatlah Manusia Itu!

Yohanes 18:1—19:42

Belum ada komentar 73 Views

Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: “Lihatlah Manusia itu!” (Yoh. 19:5)

Pontius Pilatus sungguh terjepit. Ia tidak menemukan kesalahan apa pun pada diri Yesus. Satu sisi, ia ingin membebaskan Yesus. Di sisi lain, ia tidak berani membebaskan-Nya karena tekanan orang banyak. Ia pun berusaha memengaruhi orang banyak untuk membebaskan Yesus. Namun, tawaran untuk membebaskan Yesus, sebagaimana kebiasaan membebaskan seseorang di hari Paskah, ditolak. Akhirnya, Pilatus membawa Yesus yang sudah berjubah ungu dan bermahkota duri keluar, dan memperlihatkannya pada orang banyak.

“Lihatlah Manusia itu!” Seru Pilatus saat memperlihatkan Yesus. Perkataan Pilatus, “Lihatlah Manusia itu”, bukan “Lihatlah Yesus!” merupakan ajakan untuk menyadari bahwa Yesus adalah sesama manusia. Meskipun tidak memercayai Yesus sebagai Anak Allah, bukan berarti mereka dapat bertindak semena-mena terhadap Yesus. Sebagai sesama manusia, semestinya setiap orang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Namun, apa yang terjadi? Orang banyak malah meminta Pilatus untuk menyalibkan Yesus. Nilai-nilai kemanusiaan sudah mati.

Seruan “Lihatlah Manusia itu!” hendak menyadarkan kita untuk tidak menutup mata terhadap nilai kemanusiaan yang mulai luntur; tidak membiarkan sesama menderita ketidakadilan dan mengalami keterasingan. Peristiwa penyaliban Yesus memanggil pengikut-Nya untuk memperjuangkan kemanusiaan. Jangan sampai Ia tersalib lagi karena matinya nilai-nilai kemanusiaan. [Pdt. Hizkia Anugrah Gunawan]

DOA:
Kiranya kami selalu menghargai pengorbanan-Mu melalui komitmen kami memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah dunia. Amin.

Ayat Pendukung: Yes. 52:13—53:12; Mzm. 22; Ibr. 10:16-25 / Ibr. 4:14-16; 5:7-9; Yoh. 18:1—19:42
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...