Memercayai Kebaikan Allah

Keluaran 6:1-13

Belum ada komentar 42 Views

“… Aku akan menjadi Allahmu, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allahmu ….”(Kel. 6:6)

Rina mengeluh kepada suaminya betapa sulitnya meyakinkan Rido, putra angkat mereka, mengenai apa pun. Pengalaman sebagai anak yang ditolak membuat Rido sering kali berpikiran negatif, bahkan kepada orangtua angkatnya yang mengasihinya.

Serupa dengan bangsa Israel. Pengalaman di dalam penindasan membuat mereka sulit percaya pada kebaikan. Mereka sangat sensitif pada sosok yang dipandang berkuasa, termasuk pada Allah. Mereka tidak tertarik pada janji Allah, sebagaimana yang disampaikan oleh Musa. Keluaran 6:8b mencatat, “Mereka tidak mendengarkan Musa karena mereka putus asa dan karena perbudakan yang berat.” Apakah Allah tahu? Pasti. Namun, Ia tidak menyerah. Justru, Allah menunjukkan relasi yang intim dengan menyebut mereka sebagai “umat-Ku.” Ia juga menegaskan siapa diri-Nya, “Aku akan menjadi Allahmu.” Tampak jelas kepemilikan Allah atas umat-Nya, sekaligus undangan untuk mendekat kepada Dia.

Sesulit apa pun pengalaman yang kita hadapi, tak akan mengubah kenyataan bahwa Allah berkenan menjadikan kita milik-Nya. Pengalaman traumatis masa lalu sekalipun, tak dapat menghapus kenyataan bahwa Allah tetap hadir dalam hidup kita. Yang harus kita lakukan adalah membuka hati untuk menerima uluran tangan Tuhan. Mengizinkan Ia berkarya membebaskan kita dari belenggu masa lalu sehingga kita dapat merayakan hidup hari ini sebagai anugerah. [Pdt. Lindawati Mismanto]

REFLEKSI:
Memercayai kebaikan Allah adalah pintu masuk menuju kehidupan yang penuh sukacita.

Ayat Pendukung: Mzm. 91:1-2, 9-16; Kel. 6:1-13; Kis. 7:35-42
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...