Kembali ke Kilometer Nol

Yeremia 6:16, Yohanes 3:5-8

1 Komentar 143 Views

Beginilah firman TUHAN: “Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan. Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau menempuhnya! (Yer. 6:16)

Setiap kota atau negara pasti memiliki “kilometer nol”-nya. Kilometer nol Indonesia berada di kota Sabang, di pulau Weh, sementara kilometer nol kota Jakarta ternyata adalah Menara Syahbandar di Jalan Pasar Ikan, Jakarta Utara. Kilometer Nol berguna untuk menentukan jarak sebuah lokasi dengan lokasi lainnya. Ia menjadi penanda jarak sekaligus menentu identitas sebuah lokasi. Semua orang Kristen ternyata juga memiliki kilometer nol hidup imannya, yaitu baptisan yang diterimanya di dalam nama Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Baptisan itu sendiri berfungsi seperti “Menara Syahbandar,” sebuah simbol penting. Bagi orang kristen, baptisan menjadi simbol penting ketika ia dihisabkan ke dalam Yesus berkat rahmat Allah yang ia terima di dalam iman.

Dengan cara yang unik, nabi Yeremia menasihati umat Israel untuk kembali ke kilometer nol iman mereka sebagai umat Allah. Kilometer nol tersebut diberi sebutan khusus, yaitu “jalan-jalan yang dahulu kala” (Ibrani: netivot olam; Inggris: ancient paths). Sementara itu, Yesus sendiri memakai istilah “dilahirkan kembali” (Yunani: gennao anothen) untuk menegaskan prinsip yang sama. Artinya aslinya sebenarnya adalah: dilahirkan dari atas, yaitu dari Allah.

Prinsipnya adalah ini. Ketika hidup sudah terlampau rumit dan kusut, dan kita tersesat dalam perjalanan hidup yang panjang, kembalikan ke kilometer nol itu. Titik awal itu akan memandu kita kembali menjalani hidup kita ke depan. Jika Anda tersesat, kembalilah. Jika Anda lesu, kembalilah. Jika hidup Anda terlalu ruwet, kembalilah. Maka, jalan-jalan masa silam itu, yang sudah merawat para leluhur iman kita, akan mengasuh kita melakoni hidup kita kembali.

1 Comment

  1. Untung Mercy Bolianto Atacay

    Sangat memberkati

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...