Saling Mendahului Memberi Hormat

Roma 12:9-21

Belum ada komentar 589 Views

Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. (Rm. 12:9-10)

Pengakuan, penghargaan dan penerimaan merupakan kebutuhan dasar umat manusia. Ketiga kebutuhan dasar terjadi karena Allah memeteraikan dalam eksistensi manusia harkat dan martabat yang mulia, yaitu diciptakan menurut gambar-Nya. Memberi pengakuan, penghargaan, dan penerimaan kepada sesama, berarti kita menghormati harkatnya sebagai seorang pribadi sekaligus harkat diri kita sendiri.

Dosa membuat manusia memiliki kecenderungan yang sesat. Menganggap dirinya lebih terhormat jika orang lain memberi hormat lebih dahulu. Terkadang ada orang yang menuntut hormat dari orang lain, bahkan sampai menggunakan kekerasan dan penaklukan. Roh di balik semua tuntutan, kekerasan dan penaklukan itu adalah kehausan yang liar akan pujian dan hormat. Dalam terang firman Tuhan, penyesatan dalam pikiran itu harus dibongkar!

Kehormatan yang tulus akan terjadi apabila kita lebih dahulu memberi hormat dan penghargaan kepada orang lain. Menuntut penghormatan dari orang lain menandakan kita miskin di dalam kasih. Sebab, jika kita dipenuhi oleh kekayaan rohani, kita akan mampu untuk terlebih dahulu memberi hormat. Kita menghormati sesama bukan karena kedudukan sosial, tingkat pendidikan dan materi yang mereka miliki. Sikap hormat diberikan karena mereka telah diciptakan Allah menurut gambar-Nya. Lebih daripada itu setiap orang adalah sesama yang telah ditebus oleh Kristus. [Pdt. Yohanes Bambang Mulyono]

REFLEKSI:
Hanya orang-orang yang kaya secara rohani yang mampu memberi hormat terlebih dahulu.

Ayat Pendukung: Mzm. 145; Yes. 54:1-8; Rm. 12:9-21
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...