Tatkala Kita Merasa Benar…

Tatkala Kita Merasa Benar…

Belum ada komentar 18 Views

Bertobat berarti berbalik. Semula jahat menjadi baik, tadinya sesat berubah saleh. Dalam teks (Injil) kita hari ini, Yesus menyerukan pertobatan dari beberapa mentalitas dan/atau sikap hidup.

Pertama-tama, bertobat dari mentalitas “merasa benar” sehingga dengan mudahnya menghakimi orang. Bahkan mengaitkan malapetaka yang dialami orang lain dengan dosa, seolah kita, karena sudah percaya, tidak (lagi) berdosa sehingga tak mengalami malapetaka yang serupa. Kita seperti pohon ara yang menduduki tempat khusus di sebuah kebun anggur, sehingga meremehkan tanaman lain di sekitar kita.

Yang kedua, bertobat dari mentalitas tidak bermanfaat. Kita seperti pohon ara yang berdiri di tempat yang begitu strategis, tetapi sama sekali tidak berbuah. Tentang ini Barclay mengatakan:”…uselessness invites disaster…”

Yang ketiga, bertobat dari “sudah tidak berguna masih menghabis-habiskan zat tanah di mana kita tumbuh”.  Dalam hidup ini tidak pernah berlaku hukum “hanya mengambil dan tidak memberi”. Setiap orang berhutang kepada kehidupan. Setiap orang percaya berhutang kepada Tuhan.

Syukur sang “pengurus kebun anggur” berkenan memohonkan kesempatan agar kita diberi waktu untuk bertobat. Inilah yang mesti kita renungkan di Minggu-minggu Pra Paskah ini. Yesus mati supaya seluruh dunia diselamatkan, bukan cuma supaya kita sendiri “merasa benar”.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...